JATIMPOS.CO/SURABAYA — Orang tua korban kasus peluru rekoset yang diduga berasal dari latihan Korps Marinir TNI AL mendatangi DPRD Jawa Timur untuk meminta fasilitasi penyelesaian, Selasa (14/4/2026).

Korban merupakan siswa SMP Negeri 33 Gresik berinisial DFH (14) yang mengalami luka di bagian tangan dan punggung, serta satu siswa lainnya yang juga terluka.

Kedatangan orang tua korban, Dewi Murniati, didampingi LBH Ansor, perwakilan BEM Nusantara Surabaya, serta sejumlah organisasi masyarakat. Mereka diterima Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansah, bersama anggota Komisi A Sumardi dan anggota DPRD Jatim Adam Rusydi.

Dewi Murniati menyampaikan, pihak keluarga meminta DPRD Jatim menjembatani penyelesaian kasus yang dinilai belum tuntas.

"Kami sampai sekarang meminta agar ada kelanjutan penyelesaian kasus ini. Meski segala keperluan rumah sakit sudah diselesaikan oleh pihak Marinir TNI AL, tidak berarti selesai. Kami cuma minta pertanggung jawaban secara penuh terhadap kasus ini," ujarnya.

Ia menambahkan, penyelesaian tersebut penting agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Sementara itu, Koordinator BEM Nusantara Surabaya, Zainur, menekankan pentingnya penanganan kondisi psikologis korban.

"Psikis anak yang menjadi korban harus benar-benar tertangani dan mereka bisa terus bersekolah dan tidak  ada trauma bagi mereka," ujarnya.

"Kita akan terus mengawal. Kita akan tetus koordinasi dengan pihak keluarga korbam dan DPRD Jatim agar kasus ini benar-benar teryangani dan ada penyelesaian yang baik dari pihak TNI AL dalam hal ini pihak Korps Marinir," lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi A DPRD Jatim Dedi Irwansah menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa korban.

"Ini cukup membuat kita prihatin. Kita berharap ini tidak terjadi lagi kedepannya. Kita berharap bisa tertangani khususnya sianak psikisnya tidak terganggu dan bisa terus berlanjut masa depannya tanpa ada rasa trauma," ujarnya.

Menurut Dedi, pihaknya akan mengkomunikasikan persoalan ini dengan pihak-pihak terkait termasuk TNI AL terhadap kasus ini. Kita berharap agar semua bisa terselesaikan dengan baik.

"Satu sisi kita memaklumi kegundahan orang tua anak yang menjadi korban. Tapi kitanjuga ingin ada pentelesaian yang terbaik. Saya yakin semua pihak termasuk TNI AL dalam hal ini korps Marinir juga tidak ingin kasus ini tidak terselesaikan. Saya yakin TNI punya cara untuk menyelesaikan hal ini dengan baik. Kita lihat nanti," jelasnya.

"Ya secepatnya kita akan komukasi dengan pihak pihak terkait termasuk TNI. Intinya kita berharap kasus ini segera berakhir dan tidak ada yang dikalahkan. Kita sama-sama cari jalan terbaik untuk meyelesaikan kasus ini," lanjut politisi Partai Demokrat. (zen)