JATIMPOS.CO/BAWEAN — Abdi Muda Nusantara melalui Ekspedisi Sang Abdi #11 melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean. Kegiatan ini melibatkan delegasi pemuda dari berbagai daerah dan latar belakang yang berkolaborasi menghadirkan program pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta promosi pariwisata.
Program pendidikan dilaksanakan melalui kegiatan mengajar di TK, RA, dan SD dengan berbagai metode pembelajaran kreatif, seperti dongeng ceria, pengenalan cita-cita, pembelajaran Bahasa Inggris, sekolah alam, hingga kreasi berbasis lingkungan. Selain itu, delegasi juga menyalurkan bantuan lebih dari 100+ alat pendidikan bagi peserta didik.
Koordinator Divisi Pendidikan, Muhammad Adimas, dalam siaran pers yang diterima jatimpos.co. Selasa (2/6/2026) mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memotivasi anak-anak untuk terus bermimpi dan mengembangkan potensinya.
"Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan. Semoga kegiatan yang kami hadirkan dapat menumbuhkan semangat belajar, kreativitas, dan keberanian mereka untuk meraih cita-cita," ujarnya.
Di bidang kesehatan, Abdi Muda Nusantara berkolaborasi dengan Puskesmas Sangkapura dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan masyarakat yang diikuti hampir 50 warga. Tim juga memberikan edukasi bantuan hidup dasar, gizi remaja, serta deteksi dini anemia kepada pelajar MTs Muhammadiyah Bawean.
Koordinator Kesehatan, Alif Fajri Lukmanulhakim, dr., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit dan penerapan pola hidup sehat.
"Kami berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatannya dan mampu melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius," katanya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, para delegasi bersama masyarakat juga melaksanakan penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Daun. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem pantai sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat.
Selain pengabdian, Ekspedisi Sang Abdi #11 turut berkolaborasi dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata dalam mengeksplorasi dan mendokumentasikan potensi wisata Pulau Bawean, termasuk kawasan konservasi penyu dan destinasi unggulan lainnya.
PIC Kolaborasi, Hidayah Tranaka, menilai bahwa Bawean memiliki potensi besar untuk semakin dikenal sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
"Pulau Bawean memiliki keunikan alam, budaya, dan masyarakat yang luar biasa. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membantu memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat yang lebih luas," ungkapnya.
Founder Abdi Muda Nusantara, Muhammad Yudhistira Sunarto, menegaskan bahwa Ekspedisi Sang Abdi merupakan wadah bagi pemuda Indonesia untuk belajar, berkolaborasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Ketika pemuda dari berbagai daerah dipertemukan dalam satu tujuan yang sama, akan lahir banyak gagasan dan aksi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Itulah semangat yang terus kami bawa dalam setiap Ekspedisi Sang Abdi," tuturnya.
Melalui Ekspedisi Sang Abdi #11, Abdi Muda Nusantara berharap semangat kolaborasi dan pengabdian dapat terus tumbuh sekaligus mendukung pengembangan potensi lokal di berbagai daerah Indonesia.
Didukung Stafsus Presiden
Abdi Muda Nusantara melalui Ekspedisi Sang Abdi #11 melaksanakan kegiatan eksplorasi pariwisata dan lingkungan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan alam, budaya, serta potensi lokal Bawean kepada masyarakat yang lebih luas melalui keterlibatan pemuda dari berbagai daerah di Indonesia.

Sang Abdi #11 melaksanakan kegiatan eksplorasi pariwisata dan lingkungan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.
--------------------------------
Program ini mendapat dukungan dari Zita Anjani, S.Sos., M.Sc., Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, yang mendorong lahirnya lebih banyak kolaborasi antara generasi muda dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan pariwisata daerah.
Dalam keterangannya, Ibu Zita Anjani menyampaikan bahwa inisiatif seperti Ekspedisi Sang Abdi perlu terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak daerah di Indonesia.
Kegiatan eksplorasi dan promosi wisata dalam Ekspedisi Sang Abdi #11 dikoordinasikan oleh Putri Kurnia selaku Koordinator Divisi Pariwisata bersama tim yang terdiri dari Arlina Yunantining, Zidan Nurrofiq, Isri Hilmun, dan Wahidatun Nufus. Tim melakukan pendokumentasian serta pengenalan berbagai potensi wisata dan lingkungan yang menjadi daya tarik Pulau Bawean.
Koordinator Divisi Pariwisata, Putri Kurnia, mengatakan bahwa Pulau Bawean memiliki keunikan yang layak untuk terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.
"Bawean menyimpan banyak potensi yang belum banyak diketahui publik. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi salah satu langkah kecil untuk memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan cerita-cerita lokal yang dimiliki Pulau Bawean," ungkapnya.
Sebagai fasilitator kolaborasi, Hidayah Tranaka menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.
Founder Abdi Muda Nusantara, Muhammad Yudhistira Sunarto, menegaskan bahwa Ekspedisi Sang Abdi tidak hanya menjadi wadah pengabdian, tetapi juga ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.
"Kami percaya bahwa setiap daerah memiliki cerita dan potensi yang layak untuk diperkenalkan. Ketika anak muda diberi ruang untuk berkolaborasi dan berkarya, akan lahir banyak inisiatif yang membawa manfaat bagi masyarakat dan daerah itu sendiri," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Abdi Muda Nusantara berharap potensi pariwisata dan lingkungan Pulau Bawean semakin dikenal luas serta membuka peluang kolaborasi yang lebih besar bagi pengembangan destinasi-destinasi unggulan Indonesia di masa mendatang.
UKP Pariwisata menilai bahwa sinergi antara generasi muda, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya merupakan kunci dalam menghadirkan pariwisata yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan secara sosial dan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi ini, pengembangan pariwisata Bawean diharapkan dapat berjalan lebih terarah, inklusif, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat lokal.(rls)