JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Komisi III DPRD Bondowoso melakukan kunjungan kerja ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso untuk mengawal dan memastikan kesiapan proyek pembangunan jogging track di kawasan Alun-alun Bondowoso yang direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026.

Dalam agenda itu, Komisi III DPRD bersama jajaran DLH meninjau langsung lokasi Alun-alun Bondowoso guna memastikan kesiapan teknis proyek jogging track agar dapat berjalan sesuai perencanaan.

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriono, menegaskan bahwa pembangunan jogging track menjadi perhatian serius DPRD karena berkaitan langsung dengan pemanfaatan ruang publik dan keselamatan masyarakat.

" Jogging track ini menjadi salah satu program prioritas karena menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Maka dari itu kami turun langsung untuk memastikan kesiapan dan perencanaannya," kata Sutriono, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, proyek jogging track tersebut telah disepakati dengan anggaran sekitar Rp1,6 miliar yang bersumber dari Rencana Program Lanjutan (RPL) dan akan mengelilingi kawasan Alun-alun Bondowoso.

Dari sisi perencanaan, DPRD memastikan proyek ini telah memiliki Detail Engineering Design (DED) yang lengkap dan matang. Finalisasi DED telah dilakukan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bondowoso pada Desember 2025.

" DED sudah selesai dan difinalisasi. Ini penting supaya saat pelaksanaan nanti tidak ada kendala teknis di lapangan," ujarnya.

Sutriono juga menyampaikan adanya perubahan desain lintasan jogging track, terutama pada aspek lebar jalur. Dari sebelumnya sekitar 3 meter, jalur jogging akan diperlebar menjadi 4 meter demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna.

" Pelebaran ini untuk menghindari risiko pelari bersinggungan dengan kendaraan. Jalurnya khusus, tidak mengganggu bahu jalan," tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, menyatakan bahwa proyek tersebut murni difokuskan pada pembangunan jogging track tanpa penambahan fasilitas olahraga lain.

" Tidak ada fasilitas tambahan, hanya jogging track," jelas Aries.

Ia menambahkan, penggunaan jogging track nantinya akan diatur berdasarkan waktu. Pada pagi hingga sore hari, lintasan difokuskan untuk aktivitas olahraga, sedangkan pada malam hari tetap dapat dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima (PKL) dengan batasan waktu tertentu.

" PKL tetap bisa berjualan dari pukul 17.00 sampai 22.00 WIB. Pagi hari area jogging track akan steril," katanya.

Aries juga menyebutkan bahwa total panjang jogging track mencapai sekitar 800 meter dan berbentuk lintasan melingkar mengelilingi Alun-alun Bondowoso.

" Semua lintasan dibangun, panjangnya sekitar 800 meter. Insya Allah mulai dikerjakan bulan Maret," pungkasnya.(Eko)