JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bondowoso sejak Minggu (11/1/2026) siang hingga malam mengakibatkan banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Cermee. 

Banjir ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir di wilayah tersebut.

Dari berbagai video yang beredar di media sosial, banjir tampak menggenangi sejumlah titik vital, salah satunya di depan Pasar Cermee. Air meluap hingga menutup badan jalan raya, menyebabkan banyak kendaraan roda dua mogok dan aktivitas warga lumpuh sementara.

Tak hanya itu, derasnya arus banjir juga menyeret sejumlah barang milik warga. Beberapa rombong dagangan terlihat hanyut terbawa air, memperlihatkan besarnya debit banjir yang datang secara tiba-tiba.

Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga.

" Kami mendapatkan laporan dari warga Cermee terkait banjir, tim langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen," Katanya.

Hasil asesmen BPBD mencatat sedikitnya lima desa di Kecamatan Cermee terdampak banjir, yakni Desa Ramban Kulon, Ramban Wetan, Suling Kulon, Grujugan, dan Desa Cermee.

" Total ada 875 kepala keluarga yang sempat tergenang banjir. Namun, sejauh ini tidak ditemukan kerusakan maupun kerugian material yang berarti," jelasnya.

Meski demikian, banjir menyebabkan tanggul air di Desa Ramban Kulon jebol. Kondisi ini membuat aliran air semakin deras dan memperparah genangan di sejumlah pemukiman warga.

Selain melakukan pendataan dampak, BPBD Bondowoso juga melakukan upaya penanganan darurat dengan menyedot air yang masuk ke rumah-rumah warga serta fasilitas umum, termasuk bangunan taman kanak-kanak (TK).

BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dan berisiko memicu banjir susulan di wilayah rawan.(Eko)