JATIMPOS.CO//MALANG- Untuk meningkatkan kreativitas, kualitas sumber daya manusia dan peran serta generasi muda dalam pemajuan kebudayaan Jawa Timur, serta membentuk wadah partisipasi dan peran aktif bagi generasi muda untuk pemajuan kebudayaan di Jawa Timur.

Maka Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim menggelar Workshop Taruna Budaya Jawa Timur Tahun 2021. Kegiatan digelar tanggal 15 s/d 16 Juni 2021 bertempat di Hotel Same, Kota Malang.

“Selain itu, untuk merevitalisasi dan meregenerasi kebudayaan di Jawa Timur dalam upaya perlindungan,” ujar ketua Panitia Penyelenggara, Suwondo, SE, MM, yang juga Kabid Kebudayaan Disbudpar Provinsi Jatim.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 (lima puluh) pemuda/pemudi berusia 16 s/d 25 tahun berasal 19 Kabupaten/Kota yang berada di wilayah Bakorwil III Malang, Bakorwil IV Pamekasan dan Bakorwil V Jember dan 5 (lima) peserta dari Ikatan Raka-Raki Jawa Timur.

Menghadirkan 4 (empat) narasumber materi yang dipilih dan disampaikan oleh narasumber yaitu : Joko Susanto, S.IP, MSc dengan materi : Milenial, Media Sosial, dan Pemajuan Budaya di Era Pandemi

Stanley Hao dengan materi : Kiat dan Tips Pemanfaatan Media Sosial untuk Pemajuan Budaya. Imam Agus Suseno dengan Materi : Pengembangan Rumah Kreatif Anak Muda. Dan Redo Nomadore dengan materi : Teknik Pengembangan Konten Kreatif, Tutorial, Ide. Sinematografi dan Penyajiannya.

Sampai Bisa Merawat Budaya
Sementara itu Kadisbudpar Jatim, Sinarto S.Kar, MM pada kesempatan itu mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam rangka pembinaan kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kebudayaan, perlu melakukan langkah-langkah konkrit untuk pengembangan dan pembinaan kelembagaan dan sumber daya manusia kebudayaan di Jawa Timur.

“Masa depan kebudayaan Jawa Timur sangat bergantung pada generasi muda, untuk itu perlu adanya penguatan peran aktif dan kontribusi generasi muda dalam pemajuan kebudayaan Jawa Timur. Salah satu upaya yang kita lakukan mulai tahun ini melalui kegiatan Taruna Budaya,” ujarnya.

Taruna budaya Jawa Timur merupakan sebuah pilot project pengembangan, Pembinaan kelembagaan dan SDM Kebudayaan pada tahun 2020 dan dilanjutkan pada tahun 2021, sebagai sebuah upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membentuk kader-kader muda yang akan menjadi penggerak, kontributor dan partisipator dalam proses pemajuan kebudayaan di jawa timur.

“Taruna Budaya Jawa Timur akan diberikan bekal yang mumpuni dalam bidang kebudayaan dari segi wawasan dan keterampilan oleh para narasumber yang hadir pada hari ini,” kata Kadisbudpar Jatim.

Para pemuda-pemudi yang terpilih hari ini akan berkomitmen penuh untuk menjadi seorang taruna budayan Jawa Timur, sehingga generasi muda sebagai tonggak penerus bangsa akan berperan besar dalam mempertahankan maupun menggali jati diri budaya Jawa Timur melalui kegiatan ini.

Perjuangan kalian para pemuda tidak akan terasa seperti beban, jika kita menumbuhkan atau memiliki rasa cinta tanah air seperti pahlawan pendahulu kita.

“Kegiatan ini memiliki kontinuitas sampai para taruna budaya dapat menghasilkan program kerja pemajuan kebudayaan di wilayah masing-masing. Maka dari itu, tahun depan akan diadakan kegiatan bersifat bimbingan teknis dan mentoring atau pendampingan sehingga para taruna budaya ke depannya dapat berdikari dalam merawat kebudayaan Jatim,” paparnya.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Jawa Timur merupakan Provinsi yang kaya akan potensi dan keagaman budaya, dan dengan program nawa bhakti satya yang telah dicanangkan pemerintah provinsi Jatim telah yang di dalamnya terdapat harmoni dan kesalehan sosial.

Kegiatan taruna budaya, dapat menjadi media atau ruang temu budaya (cross culture), kolaborasi, diskusi dan kreasi para pemuda-pemudi dari kabupaten/kota di Jawa Timur.

Sehingga dengan saling mengenal dan jati diri, akan memperkaya khasanah pemajuan kebudayaan di Jawa Timur. Karena kebudayaan merupakan keseluruhan proses dan hasil interaksi yang hidup dan berkembang, maka kata proses dan hasil merupakan kata kunci untuk memperhitungkan proses hidup masyarakat yang melatarbelakangi lahirnya setiap produk dan praktik kebudayaan.

“Saya harapkan dari kegiatan ini akan lahir para taruna budaya Jawa Timur yang memiliki pengetahuan dan wawasan mendalam mengenai kebudayaan Jawa Timur, kecakapan dalam mengedukasi masyarakat sekitarnya, keahlian dalam menyusun program dan rencana aksi yang nyata dalam pemajuan budaya Jawa Timur,” kata Sinarto. (iz)


TERPOPULER

  • Minggu Ini

  • Bulan Ini

  • Semua