JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN - PT KAI Daop 7 Madiun telah menutup puluhan perlintasan sebidang, karena dinilai rawan terjadinya kecelakan. Sesuai data sampai dengan 25 November 2020, telah terjadi 41 laka di perlintasan sebidang.

Seringnya kecelakaan tersebut terjadi pada perlintasan tanpa penjaga dan palang pintu, rata-rata disebabkan juga oleh pengendara yang kurang mentaati rambu yang tersedia.

Oleh sebab itulah, PT KAI Daop 7 Madiun terus berupaya untuk melakukan pencegahan diantaranya, melakukan sosialisasi secara langsung diperlintasan, melalui media masa, serta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan para stakeholder.

Humas KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, saat ini, 42 perlintasan sebidang maupun yang masih berupa cikal bakal yang dibuat oleh warga telah ditutup. Salah satu penutupan cikal bakal tersebut dilakukan di perlintasan KM 156+4/5 petak jalan Babadan – Caruban, tepatnya berada di Dusun Suci, Desa Kebonagung, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Disamping penutupan cikal bakal perlintasan, Daop 7 Madiun secara berkesinambungan juga melakukan penertiban pada bangunan - bangunan yang berada di kanan kiri rel, serta merapikan pepohonan yang dimungkinkan dapat mengganggu jarak pandang masinis maupun pengguna jalan.

" Meski pandangan sudah bebas, kami tetap mengingatkan para pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mentaati peraturan yang ada setiap melewati perlintasan sebidang, karena kecepatan KA yang tinggi dan kereta api tidak bisa berhenti mendadak,” ucap Ixfan, Kamis (26/11/2020).

Lebih lanjut dia katakan, PT KAI Daop 7 Madiun secara geografi berada di 9 Kabupaten dan 3 Kota, dengan area yang sangat luas tersebut, setidaknya ada 220 perlintasan sebidang yang membentang dari Kabupaten Ngawi di barat, Kabupaten Mojokerto di timur dan Kabupaten Blitar di selatan.

Terdapat beberapa kriteria mengenai perlintasan sebidang jalur KA yaitu, perlintasan teregistrasi dan terjaga oleh PT KAI, Pemda atau badan usaha terkait. Perlintasan teregistrasi tanpa penjaga dan tanpa palang pintu dengan dilengkapi Early Warning Sistym (EWS) serta rambu, dan tanpa EWS hanya dilengkapi rambu saja, serta perlintasan tak teregistrasi atau liar.

Dari 220 perlintasan di wilayah Daop 7 Madiun, rinciannya sebagai berikut ; dijaga oleh PT KAI Daop 7 sebanyak 94 perlintasan, dijaga Pemda sebanyak 3 perlintasan, perlintasan dilengkapi EWS dan rambu sebanyak 113 perlintasan, tanpa EWS dan hanya dilengkapi rambu sebanyak 28 perlintasan dan tak teregistrasi/liar sebanyak 5 perlintasan. (jum).


TERPOPULER