JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menggelar kegiatan Bahana Bersahaja (Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera) di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, pada 9–10 Juni 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Mberan tersebut menjadi sarana mendekatkan layanan publik kepada masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengatakan Bahana Bersahaja merupakan upaya pemerintah daerah untuk memastikan program-program yang telah dirancang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Seluruh jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah hadir di Kelurahan Bangunsari untuk melihat secara langsung apakah program pemerintah sudah berjalan dengan baik atau belum. Ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai permasalahan yang dihadapi," ujar Hari Wuryanto.

Menurut dia, berbagai instansi turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari unsur pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan, hingga sejumlah lembaga pelayanan publik.

Dalam Bahana Bersahaja, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan secara langsung di lokasi kegiatan. Layanan yang disediakan antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, pengurusan administrasi kependudukan, pelayanan perizinan usaha, hingga perpanjangan surat izin mengemudi (SIM).

"Besok masyarakat bisa memanfaatkan layanan kesehatan gratis, mulai pemeriksaan mata, jantung, dan layanan kesehatan lainnya yang didukung dokter spesialis. Selain itu, perpanjangan SIM, pengurusan KTP, KK, akta kelahiran, hingga Nomor Induk Berusaha juga bisa dilayani di sini," katanya.

Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi melakukan pemeriksaan kesehatan para lansia saat kegiatan Bahana Bersahaja di Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Rabu (10/6/2026).

Hari Wuryanto menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen untuk mempercepat pelayanan sekaligus menindaklanjuti berbagai persoalan yang masih ditemukan di tingkat kelurahan.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menilai Kelurahan Bangunsari layak menjadi percontohan atau pionir pembangunan di wilayah selatan Kabupaten Madiun.

Menurut Dokter Pur, panggilan akrab wabup Madiun, Kelurahan Bangunsari memiliki potensi besar, terutama dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keberadaan Lapangan Mberan juga dinilai menjadi ikon yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Saya melihat Bangunsari memiliki perkembangan UMKM yang luar biasa. Lapangan Mberan juga menjadi lokasi yang ikonik untuk memotivasi sekaligus menggerakkan sektor UMKM di wilayah Kabupaten Madiun bagian selatan," ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting dilakukan untuk mendeteksi dini berbagai penyakit yang kerap dialami masyarakat, seperti hipertensi maupun diabetes melitus.

"Pemeriksaan kesehatan gratis bertujuan mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sejak dini. Dengan skrining kesehatan, penyakit seperti hipertensi dan diabetes bisa segera diketahui sehingga dapat ditangani lebih cepat," katanya.

Ia menyebutkan, seluruh warga Bangunsari yang berjumlah sekitar 5.413 jiwa ini diharapkan dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan agar kualitas kesehatan masyarakat semakin meningkat.

Melalui Bahana Bersahaja, Pemerintah Kabupaten Madiun berharap pelayanan publik semakin mudah diakses masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata. (Adv/jum).