JATIMPOS.CO/PONOROGO – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam melestarikan kesenian Reog mendapat pengakuan hingga tingkat internasional. Dukungan nyata berupa bantuan seperangkat perlengkapan Reog kepada komunitas Singolodoyo USA di Amerika Serikat mengantarkan Pemkab Ponorogo menerima penghargaan dari sejumlah pihak.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC bersama Indonesian Education and Cultural Network (IDECN) serta Singolodoyo USA. Penghargaan diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, pada Rabu (12/8/2026).
Apresiasi ini menjadi pengakuan atas kontribusi Pemkab Ponorogo dalam menjaga keberlangsungan Reog sekaligus memperluas pengenalan kesenian khas Bumi Reog kepada masyarakat internasional.
Bantuan perlengkapan kesenian kepada Singolodoyo USA dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga eksistensi Reog di tengah masyarakat diaspora Indonesia di Amerika Serikat. Dukungan tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi Reog untuk tampil dalam berbagai kegiatan seni dan budaya di luar negeri.
Lebih dari sekadar bantuan perlengkapan, langkah ini menjadi bagian dari upaya membawa identitas budaya Ponorogo melintasi batas negara. Melalui komunitas seni di Amerika Serikat, Reog diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan daya tarik tersendiri.
Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat. Keberadaan komunitas Reog di luar negeri menjadi salah satu jembatan penting dalam memperkenalkan tradisi Nusantara kepada masyarakat dunia.
KBRI Washington DC dan IDECN berharap sinergi pelestarian budaya ini terus berlanjut dan berkembang. Dukungan berbagai pihak dinilai penting agar Reog Ponorogo tidak hanya bertahan sebagai warisan leluhur, tetapi juga terus hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang.
Penghargaan ini menjadi dorongan bagi Pemkab Ponorogo untuk terus memperkuat pelestarian budaya daerah. Sebab, menjaga Reog bukan hanya mempertahankan kesenian tradisional, melainkan juga merawat identitas dan kebanggaan masyarakat Ponorogo di panggung dunia.(Adv/nur).