JATIMPOS.CO//BONDOWOSO. Terjangan angin puting beliung menyebabkan empat rumah warga di Kabupaten Bondowoso mengalami kerusakan, Selasa (27/10/2026) sore. Selain merusak rumah, cuaca ekstrem tersebut juga mengakibatkan satu pohon tumbang di wilayah Kecamatan Tenggarang.

Tiga rumah terdampak berada di RT 15/RW 04, Kelurahan Nangkaan, Kecamatan Bondowoso. Sementara satu rumah lainnya berada di Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Adapun pohon tumbang dilaporkan terjadi di Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang.

Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan.

Asesmen tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Hari ini kita sudah asesmen tiga rumah rusak ringan. Logistik yang ada akan kita berikan sebagai bantuan pada rumah terdampak,” ujar Tugas saat berada di lokasi kejadian.

Menurutnya, bantuan logistik yang tersedia akan disalurkan untuk membantu warga menghadapi dampak bencana. BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Meski puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada akhir Desember 2026, hujan deras mulai mengguyur sejumlah wilayah Bondowoso. Namun, kondisi tersebut belum terjadi secara merata di seluruh daerah.

“Walaupun di desa lain masih ada yang dasarnya masih kemarau,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Bondowoso, Suhaji, menjelaskan bahwa terjangan angin puting beliung di Kelurahan Nangkaan menyebabkan kerusakan pada tiga rumah warga di kawasan RT 15/RW 04.

Salah satu rumah yang terdampak cukup parah merupakan milik Ketua RT setempat, Wanto. Atap rumah berbahan galvalum terangkat akibat kuatnya embusan angin hingga material tersebut menimpa rumah di sebelahnya.

“Kerusakan rumahnya, kan atapnya terbuat dari galvalum, jadi terangkat oleh angin sehingga menimpa rumah sebelah,” ungkap Suhaji seusai melakukan asesmen terhadap rumah warga.

Lurah Nangkaan, Erik Susanto, memastikan peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Meski berlangsung singkat, angin kencang itu menyebabkan kerusakan yang membutuhkan penanganan bersama.

“Alhamdulillah tak ada korban jiwa,” jelasnya.

Erik menambahkan, warga setempat akan bergotong royong membantu penanganan pascabencana. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat perbaikan rumah yang mengalami kerusakan serta memulihkan kondisi lingkungan.

BPBD mengimbau masyarakat Bondowoso untuk mewaspadai potensi angin kencang, hujan deras, dan pohon tumbang di tengah perubahan kondisi cuaca. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon saat angin kencang serta segera mencari tempat aman apabila cuaca memburuk.(Eko)