JATIMPOS.CO//JAKARTA- Pemerintah Republik Indonesia melalui kementrian Kominfo meluncurkan Pandu Digital sebagai kegiatan untuk mendukung transformasi digital menuju Indonesia Digital Nation. Focus kegiatan pandu digital ini melakukan pendampingan pada sektor UMKM, pariwisata, pendidikan, desa digital petani dan nelayan baik melalui sekolah, desa, Kota/ Kabupaten.

Tujuan dari pandu digital ini adalah pemerintahan yang berbasis digital, masyarakat digital dan ekonomi digital. Hal ini disampaikan dalam webinar Kebijakan dan Pemanfaatan TIK Guna Meningkatkan Literasi Digital, Kamis (04/03/21).

“Bapak Presiden kita sangat concern dengan percepatan tranformasi digital. Ini disampaikan beliau dalam beberapa pidato kebangsaan dan dibahas dalam rapat kenegaraan . Beliau meminta percepatan perluasan akses dan peningkatan infrastruktur digital serta penyediaan layanan internet sampai ke pelosok desa di seluruh Indonesia,” ungkap Mariam F Barata , Plt. Direktur Pemberdayaan Informatika Direktorat Jendral Aptika Kementrian Komunikasi dan Informatika.

Strateginya dengan menyiapkan regulasi skema pendanaan dan pembiayaan yang secepat-cepatnya serta pemenuhan kebutuhan SDM digital yang bertalenta.

Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 274,9 juta orang, dan 73,7 % nya sudah menggunakan internet dengan kecepatan internet yang sudah lebih dari jumlah seluruh penduduk yakni 125,6% dari jumlah penduduk Indonesia. Mariam menyatakan bahwa rata-rata warga Indonesia menggunkan internet 8 jam dalam sehari.

Hal ini menjelaskan bahwa konsumsi internet dimasyarakat sudah tinggi, hanya saja perlu didukung oleh beberapa penunjang seperti ketersediaan sinyal, edukasi penggunaan internet aman dan sehat serta kemutahiran perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan.

“Disamping tugas pemerintah sebagai penyedia akses, terdapat pula peran para industri telekomunikasi untuk membantu pemerintah meningkatkan jangkauan dan akses sampai ke pelosok Indonesia, sedangkan masyarakat didorong untuk melakukan pembiasaan kegiatan sehari-hari menggunakan perangkat digital dan pengembangan aplikasi yang beragam untuk memudahkan berbagai kegiatan” imbuh Mariam.

Dalam peingkatan literasi digital ini masyarakat akan didampingi oleh relawan TIK yang sudah lebih dulu berjalan di Indonesia bersama dengan para kader Pandu Digital. Kedua kader tersebut akan melakukan tugas bersama sesuai dengan kemampuan dan visi misi dari masing masing.

Masyarakat akan diberikan edukasi mengenai penggunaan perangkat digital, edukasi perlindungan data pribadi mulai dari basic digital skill, digital ethics dan digital safety. Sehingga dalam jangka panjangnya masyarakat akan lebih termudahkan dalam segala aspek kehidupannya termasuk dalam pekerjaan dan perkonomian. (ham)



TERPOPULER

  • Minggu Ini

  • Bulan Ini

  • Semua