JATIMPOS.CO//PAMEKASAN - Puluhan ribu petani tembakau dan buruh pabrik rokok menggelar aksi damai di Kantor Bupati Pamekasan, Selasa (10/9/2026).
Aksi tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi masyarakat, sekaligus direspons pemerintah daerah dan aparat dengan komitmen dialog serta penanganan sesuai kewenangan.
Aksi yang diikuti petani dan buruh pabrik rokok itu ditemui langsung oleh Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman, Wakil Bupati Sukriyanto, Ketua DPRD Ali Masykur, Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto, serta perwakilan Bea Cukai Madura.
Koordinator lapangan aksi, Holili, mewakili Forum Petani Tembakau dan Buruh Pabrik Lokal Madura (FPBM), menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk aspirasi petani, buruh, dan pelaku ekonomi rakyat terkait kondisi industri hasil tembakau serta dinamika sosial yang terjadi di masyarakat.
FPBM menegaskan dukungan terhadap kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat di muka umum yang dijamin konstitusi, namun pelaksanaannya tetap harus mengacu pada aturan hukum, administrasi negara, dan ketertiban umum.
Dalam aksi tersebut, FPBM menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta pemerintah menertibkan organisasi atau lembaga yang tidak memiliki legalitas jelas, memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha tembakau, serta mendorong kebijakan cukai yang lebih berpihak pada keberlangsungan industri kecil dan buruh.
Selain itu, massa juga meminta Bea Cukai berperan sebagai penghubung kepentingan industri tembakau Madura dengan pemerintah pusat, memberikan kemudahan perizinan usaha, serta mengedepankan pembinaan sebelum penindakan. Mereka juga berharap aparat penegak hukum, LSM, dan media ikut berkontribusi dalam mendorong pembangunan ekonomi Madura yang berkelanjutan dan berkeadilan.
FPBM menilai tingginya tarif cukai hasil tembakau berdampak pada berkurangnya serapan tembakau petani dan meningkatnya tekanan terhadap pabrik rokok skala kecil. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi harga tembakau di tingkat petani serta keberlangsungan lapangan kerja buruh.
Menanggapi aksi tersebut, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang berlangsung tertib. Ia menyatakan pemerintah daerah membuka ruang dialog dan siap memperjuangkan kepentingan petani dan buruh sesuai kewenangan.
“Intinya kami mendukung dan siap duduk bersama. Setelah aksi ini, mari kita dialog dan berangkat bersama memperjuangkan aspirasi ke pemerintah pusat. Industri rokok dan tembakau memiliki kontribusi terhadap perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.
Perwakilan Bea Cukai Madura juga menyatakan bahwa aspirasi terkait tarif cukai telah diteruskan ke pemerintah pusat. Pihaknya menegaskan akan terus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha sambil menunggu kebijakan lanjutan.
“Apa yang disampaikan massa aksi sudah kami sampaikan ke pusat. Kami berharap semua pihak bersabar menunggu kebijakan yang akan diputuskan,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto menegaskan kepolisian akan menjaga situasi tetap kondusif serta menindak tegas setiap pelanggaran hukum, baik yang dilakukan oknum organisasi maupun pelaku usaha.
“Kami akan bertindak tegas terhadap pihak yang meresahkan atau melanggar aturan. Silakan laporkan jika ada temuan. Namun kami juga akan menindak perusahaan atau produk yang tidak sesuai ketentuan,” tegasnya. (did).