JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso menargetkan 2026 sebagai tahun transformasi Puskesmas menuju kemandirian layanan berbasis inovasi. Melalui penguatan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), seluruh Puskesmas didorong tidak hanya tertib dalam tata kelola keuangan, tetapi juga mampu menghadirkan layanan unggulan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moh. Jasin, menegaskan bahwa fleksibilitas BLUD harus dimaknai sebagai peluang untuk berkembang. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang profesional hanyalah instrumen untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.

" BLUD memberi ruang fleksibilitas. Kita ingin teman-teman Puskesmas semakin kreatif dan inovatif menggali potensi layanan di masyarakat. Jangan hanya fokus administratif, tapi bagaimana layanan itu benar-benar berkembang dan punya nilai tambah," Kata Jasin dalam acara Pelatihan Teknis Implementasi Fleksibilitas BLUD, Kamis (12/2/2026).

Sebanyak 25 Puskesmas dengan 36 pengelola keuangan telah mengikuti pelatihan lanjutan setelah penguatan sisi perencanaan dilakukan pada 2025 lalu. 

" Tahun ini, implementasi sistem pengelolaan keuangan ditargetkan berjalan maksimal, termasuk pengoperasian aplikasi sesuai regulasi yang berlaku, " Ungkapnya. 

Namun lebih dari itu, Dinkes menargetkan setiap Puskesmas memiliki layanan unggulan yang berbeda satu sama lain. Konsep ini diyakini mampu menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang saling melengkapi, bukan seragam.

" Saya berharap semua Puskesmas punya layanan unggulan, tapi jangan sama. Harus berbeda-beda sehingga bisa saling mendukung dan masyarakat punya banyak pilihan layanan," tegas Jasin.

Beberapa Puskesmas di Bondowoso saat ini telah memiliki layanan unggulan seperti pijat bayi dan klinik berhenti merokok. Ke depan, layanan-layanan tersebut diharapkan dikembangkan lebih profesional sehingga tidak hanya memberi manfaat kesehatan, tetapi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

" Sejalan dengan visi dan misi Bupati Bondowoso, Dinas Kesehatan juga mendorong pengembangan konsep wellness hospital hingga ke level Puskesmas. Beberapa unit layanan direncanakan membuka layanan wellness medis sebagai bentuk perluasan cakupan promotif dan preventif, " Ujarnya. 

Meski demikian, dirinya mengakui masih ada tantangan, terutama dalam kesiapan perangkat teknis dan kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, pelatihan dan pendampingan terus dilakukan agar seluruh Puskesmas siap menjalankan sistem BLUD secara maksimal.

" Kalau ada Puskesmas yang masih terbatas kemampuannya, tentu tetap kita dukung melalui APBD. BLUD bukan berarti dilepas begitu saja. Justru kita ingin semua kuat dan pelayanan ke masyarakat tidak terganggu," jelasnya.

Dengan penguatan manajemen, inovasi layanan unggulan, serta dukungan anggaran yang terukur, Dinas Kesehatan optimistis Puskesmas di Bondowoso mampu menjadi unit layanan kesehatan yang lebih mandiri, profesional, dan berdaya saing pada 2026.(Eko)