JATIMPOS.CO/TUBAN – Sebanyak 76 putra-putri terbaik Kabupaten Tuban resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tuban Tahun 2026. Mereka kini bersiap mengemban tugas penting pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pengukuhan dilakukan Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, SE., didampingi Wakil Bupati Tuban Drs. Joko Sarwono bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Tuban di Pendopo Krida Manunggal Tuban, Jumat (14/8/2026). Momen tersebut turut disaksikan orang tua dan keluarga para anggota Paskibraka.

Di balik pengukuhan tersebut, terdapat proses panjang yang harus dilalui para anggota Paskibraka. Seleksi ketat, pendidikan, pelatihan, kedisiplinan, hingga pembentukan mental menjadi bagian dari perjalanan sebelum mereka dipercaya membawa amanah dalam upacara kenegaraan.

Bupati Tuban memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi dan pembinaan Paskibraka. Menurutnya, 76 anggota yang terpilih merupakan representasi generasi muda Tuban yang dinilai memenuhi persyaratan dan standar yang telah ditetapkan.

“Terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan seluruh rangkaian seleksi Paskibraka. Adik-adik yang terpilih ini tentu telah memenuhi standar dan ketentuan yang ditetapkan. Saya berharap standar tersebut dapat terus dijaga,” ujar Mas Lindra, sapaan akrab Bupati Tuban.

Di antara 76 anggota Paskibraka tersebut, nama Sheila Aulia Qurrahman turut mencuri perhatian. Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Tuban, putri pasangan H. Taufiqurahman dan Hj. Lia Nurfiana, warga Desa Talun, Kecamatan Montong, itu tidak hanya dipercaya menjadi bagian dari Paskibraka Kabupaten Tuban, tetapi juga memiliki rekam prestasi di tingkat nasional.

Sheila pernah tercatat meraih prestasi sebagai Bintang Sobat SMP Teraktif 3 Nasional dalam ajang Bintang Sobat SMP semasa di bangku SMP Negeri 2 Tuban.

Prestasi tersebut menjadi nilai tambah sekaligus bukti bahwa keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kepemudaan dapat berjalan beriringan dengan pencapaian prestasi.

Bupati Tuban pun menyampaikan apresiasi kepada Sheila atas capaian yang telah diraihnya. Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi daerah.

“Prestasi seperti yang diraih Sheila tentu patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa anak-anak muda Tuban memiliki potensi yang luar biasa. Saya berharap prestasi tersebut terus dikembangkan dan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya,” kata Bupati.

Memasuki tahapan akhir sebelum pelaksanaan upacara, Mas Lindra mengingatkan seluruh anggota Paskibraka agar tidak lengah. Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup untuk menjalankan tugas sebagai pengibar bendera.

Kondisi kesehatan, kekompakan, dan kedisiplinan menjadi tiga hal yang harus dijaga hingga seluruh rangkaian tugas selesai.

“Jaga kesehatan, kekompakan, dan disiplin. Tiga hal ini harus terus dijaga sampai seluruh rangkaian tugas selesai,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penting mengingat tugas Paskibraka bukan sekadar seremoni. Di balik pengibaran Sang Merah Putih, terdapat tanggung jawab dan kehormatan yang membawa nama keluarga, sekolah, serta Kabupaten Tuban.

Bupati juga meminta dukungan doa masyarakat Tuban agar pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berjalan lancar, khususnya saat prosesi pengibaran Bendera Merah Putih.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar seluruh rangkaian upacara pengibaran bendera nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya.

Pengukuhan 76 anggota Paskibraka Kabupaten Tuban Tahun 2026 bukan sekadar seremoni pengukuhan. Momentum tersebut menjadi penanda kesiapan generasi muda Tuban untuk menjalankan tugas kenegaraan sekaligus menunjukkan bahwa prestasi, disiplin, dan tanggung jawab dapat berjalan beriringan.

Bagi Sheila Aulia Qurrahman dan 75 anggota lainnya, amanah tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa putra-putri Tuban mampu berdiri tegak membawa nama daerah di panggung peringatan kemerdekaan. (min)