JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Langit Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, tampak mendung sejak sore, Senin (10/2/2026). Menjelang malam, hujan turun perlahan membasahi jalan-jalan desa. Namun cuaca tak bersahabat itu tak menyurutkan langkah warga untuk datang ke balai desa. Mereka tetap hadir, duduk bersisian, mengikuti sarasehan dalam rangka Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja).
Di tengah rintik hujan dan udara dingin, suasana justru terasa hangat. Warga dari berbagai usia berkumpul, menyimak, berdialog, sekaligus menikmati hiburan rakyat dari Abah Kirun CS yang sukses mencairkan suasana. Tawa dan tepuk tangan sesekali pecah, menandai bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda formal pemerintah, tetapi perjumpaan yang dekat dan membumi.
Program “Bahana Bersahaja” yang digelar selama dua hari, 10–11 Februari 2026, menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Madiun dalam mendekatkan pelayanan publik hingga ke level pemerintahan terendah. Semua layanan “diboyong” langsung ke desa—sebuah praktik reformasi birokrasi yang kini kian menguat di Indonesia.
Puluhan jenis layanan hadir di Desa Bulakrejo. Mulai dari pasar murah sembako dan bazar UMKM, pendaftaran akun INAPROC/LPSE, pemeriksaan kesehatan gratis dan kesehatan hewan, layanan PBID BPJS Kesehatan, pendampingan penerbitan NIB, hingga pembayaran pajak tahunan kendaraan. Warga juga bisa memanfaatkan layanan administrasi kependudukan, SKCK, SPKT dan perpanjangan SIM, perpajakan melalui Coretax, DTSEN, layanan perbankan online, hingga sertifikasi halal.
Tak hanya itu, tersedia pula layanan Taspen, keimigrasian, informasi pengadilan agama, pendaftaran perkara, legalisir surat nikah, konsultasi wakaf, perpustakaan keliling dan digital, donor darah, hingga layanan bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI) dan kartu pencari kerja. Bahkan servis motor Honda pun disiapkan, menjadikan kegiatan ini benar-benar menyentuh kebutuhan sehari-hari warga.
Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, “Bahana Bersahaja” adalah ikhtiar menghadirkan pelayanan publik secara langsung di tengah masyarakat.
“Kami berharap bisa memberikan layanan terbaik dan prima. Mulai sore ini ada olahraga bersama, malam nanti sarasehan untuk menyerap aspirasi, dan besok akan dilanjutkan dengan pelayanan optimal dari seluruh OPD,” ujar Hari Wuryanto, Selasa (10/2/2026) malam.
Ia menambahkan, berbagai layanan mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengurusan KTP, hingga SIM sengaja didekatkan ke desa agar masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya dan waktu lebih untuk datang ke pusat kota.
Kehadiran seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga bukan tanpa alasan. Bupati menegaskan, pemerintah ingin mendengar dan memahami persoalan desa secara presisi, langsung dari sumbernya.
“Seluruh OPD kami hadirkan ke sini agar tahu persis permasalahan yang ada. Setelah ada usulan dalam sarasehan nanti malam, besok akan langsung kita tinjau ke lapangan,” tegasnya.
Di bawah langit mendung dan hujan yang turun pelan, Desa Bulakrejo menjadi saksi bahwa pelayanan publik bisa hadir lebih dekat, lebih manusiawi. Malam itu, pemerintah daerah tak terasa jauh—ia duduk, mendengar, dan melayani warganya, langsung dari desa. (Adv/jum).