JATIMPOS.CO//SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat kolaborasi dengan kepolisian dalam menjawab kebutuhan layanan publik yang semakin dinamis. Salah satu langkah konkret yang kini dipercepat adalah implementasi sistem parkir digital berbasis non-tunai, sebagai upaya menciptakan tata kelola parkir yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa dukungan kepolisian menjadi faktor penting dalam memastikan berbagai program strategis berjalan optimal. “Sinergi antara pemerintah kota dan aparat kepolisian tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat”, ujar Eri, Rabu (15/4/2026).
Menurut Eri, kebijakan parkir digital hadir sebagai respons atas aspirasi warga yang menginginkan sistem yang lebih modern dan bebas dari praktik yang merugikan. Ia mengakui bahwa dalam proses implementasi sempat muncul dinamika di lapangan, namun berkat respons cepat aparat kepolisian, situasi dapat segera dikendalikan dan berjalan kondusif.
Ke depan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk terus mengakselerasi penerapan parkir digital di berbagai titik strategis. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan publik berbasis teknologi yang diharapkan mampu menjawab tantangan kota besar yang terus berkembang.
Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Luthfie Sulistiawan, menegaskan kesiapan jajarannya dalam mendukung kebijakan tersebut. “Adalah tuntutan masyarakat terhadap layanan keamanan dan ketertiban yang semakin meningkat, termasuk dalam pengelolaan parkir yang lebih profesional dan transparan”, tandas Luthfie.
Hingga 10 April 2026, implementasi parkir digital di Surabaya telah melibatkan 616 petugas yang tersebar di berbagai kawasan. Titik-titik utama seperti Balai Kota dan Taman Bungkul menjadi prioritas awal, disusul perluasan di sejumlah koridor padat seperti Jalan Kapasan, Krembangan, Kalimas Timur, hingga kawasan Darmo dan Diponegoro.
Tak hanya itu, pengembangan juga menyasar 87 titik baru di ruas strategis seperti Jemursari, Manyar, Dharmahusada, hingga Ngagel. Dengan pembagian zona yang sistematis di berbagai kawasan, Pemkot Surabaya optimistis sistem parkir digital ini mampu meningkatkan kenyamanan warga sekaligus mendorong transparansi pendapatan daerah dari sektor parkir. (fred)
