JATIMPOS.CO/SURABAYA — Ratusan massa yang tergabung dalam Front Anti Kapitalisme menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026). Dalam aksi bertajuk #IndonesiaSekarat, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah, mulai dari harga kebutuhan pokok hingga penyediaan lapangan kerja.

Massa yang terdiri dari unsur mahasiswa, buruh, masyarakat sipil, dan kelompok lainnya tersebut mendesak pemerintah untuk mengevaluasi berbagai kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.

Juru Bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma, mengatakan aksi tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian gerakan yang sebelumnya dilakukan berbagai elemen masyarakat di sejumlah daerah.

"Kami ingin terus memperpanjang nafas perlawanan yang ada di Kota Surabaya dengan beberapa tuntutan. Salah satunya yang paling krusial adalah menurunkan harga BBM dan harga kebutuhan pokok," ujar Septia.

Selain menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), massa juga menyuarakan sejumlah isu lain, seperti penciptaan lapangan kerja, peningkatan anggaran pendidikan dan kesehatan, penyediaan transportasi umum yang layak, serta evaluasi terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Dalam aksi tersebut, massa juga menyampaikan tuntutan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), revisi sejumlah regulasi, hingga persoalan reklamasi Surabaya Waterfront Land.

Septia menilai masih terdapat berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah, salah satunya terkait ketersediaan lapangan pekerjaan.

"Banyak kelompok pengangguran yang sampai sekarang belum mendapatkan lapangan pekerjaan yang dijanjikan oleh Wakil Presiden Gibran, yaitu 19 juta lapangan pekerjaan," katanya.

Ia menambahkan, Front Anti Kapitalisme akan terus melakukan aksi apabila tuntutan yang disampaikan tidak mendapatkan respons dari pemerintah.

"Kami akan terus mengadakan aksi-aksi lanjutan apabila berbagai persoalan yang kami suarakan belum mendapatkan perhatian," pungkasnya. (zen)