JATIMPOS/SURABAYA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan adanya ancaman serius berupa penurunan muka tanah (land subsidence) dan kenaikan permukaan air laut di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa, termasuk di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Peringatan tersebut disampaikan AHY saat memaparkan berbagai tantangan pembangunan nasional dalam Rapat Dewan Pakar Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) di Kantor Manajemen Unair, Surabaya, Selasa (23/6/2026) malam.
Menurut AHY, ancaman tersebut harus menjadi perhatian bersama karena berpotensi memengaruhi keberlanjutan kawasan pesisir, terutama di wilayah Pantura.
"Bicara bencana, kita harus memahami ada sebuah ancaman yang eksistensial bagi kita semua, yakni di Pantura Jawa, terutama Teluk Jakarta dan sebagian wilayah Jawa Tengah seperti Semarang, Demak, dan Kendal. Tetapi sampai dengan Jawa Timur, Gresik mengalami ancaman land subsidence atau penurunan permukaan tanah dan juga rising sea level (kenaikan permukaan air laut)," kata AHY.
Ketua Dewan Pakar IKA Unair itu menjelaskan, penurunan muka tanah dan kenaikan permukaan air laut dapat terjadi secara bersamaan sehingga diperlukan langkah mitigasi yang terintegrasi.
"Ini bisa terjadi secara bersamaan. Oleh karena itu, kita butuh perlindungan yang kuat melalui pembangunan tanggul, tetapi juga dengan kombinasi pendekatan yang sifatnya lebih alami, misalnya dengan mangrove dan lain sebagainya," ujarnya.
AHY menegaskan, Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan ring of fire (cincin api pasifik) akan selalu dihadapkan pada berbagai potensi bencana alam. Karena itu, pembangunan infrastruktur ke depan harus mengedepankan prinsip ketahanan dan keberlanjutan.
"Bicara lingkungan, bicara bumi kita, Indonesia selalu dihantui dengan bencana alam karena memang berada di ring of fire. Tetapi kita tidak boleh meratapi nasib. Yang harus kita lakukan adalah menggunakan pendekatan infrastruktur yang lebih resilience, lebih sustainable, dan memiliki daya tahan terhadap bencana," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan antarwilayah, termasuk di daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), agar kesenjangan pembangunan antardaerah tidak semakin melebar. (zen)