JATIMPOS.CO, KABUPATEN JEMBER – Pemerintah Kecamatan Kencong memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang berlangsung di Kecamatan Kencong, Program yang digagas Dinas Kesehatan tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting, Jumat (26/06/2026).
Camat Kencong, Ronny Arvianto, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif kader desa dan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, DASHAT tidak hanya berorientasi pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga pada edukasi gizi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Program ini sangat penting karena menyentuh langsung kebutuhan dasar anak. Penyusunan menu dilakukan dengan pendampingan ahli gizi sehingga lebih terukur dan sesuai standar kesehatan,” ujarnya.
Ronny menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga peran aktif keluarga. Dengan sinergi yang kuat, ia optimistis angka stunting di Kecamatan Kencong dapat ditekan secara signifikan.
Di sisi lain, Ahli Gizi Puskesmas Kencong, Ari Wulan, menjelaskan bahwa saat ini tengah dilakukan pelatihan kader DASHAT. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam memberikan edukasi gizi serta pendampingan kepada keluarga sasaran.
“Setelah pelatihan, lima kader akan mendampingi 50 sasaran, masing-masing menangani 10 keluarga selama enam bulan. Setiap perkembangan akan dicatat secara rutin dalam raport pemantauan,” jelasnya.
Ari menambahkan, fokus utama program DASHAT adalah membangun kesadaran dan kemandirian keluarga, khususnya para ibu, dalam menyediakan makanan bergizi seimbang bagi anak. Dengan demikian, pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kencong, Untung Pujianto, menegaskan bahwa Program DASHAT merupakan bentuk intervensi dini untuk mencegah terjadinya stunting pada bayi dan balita yang berisiko. Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam program ini berbasis pemberdayaan masyarakat melalui peran aktif kader di tingkat desa.
“Setiap kader bertanggung jawab melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap 10 bayi atau balita yang memiliki potensi stunting. Dengan pemantauan yang rutin dan berkelanjutan, kondisi anak dapat diketahui sejak dini sehingga langkah pencegahan bisa segera dilakukan,” ungkap Untung.
Ia menjelaskan, selain pendampingan intensif, program DASHAT juga dilengkapi dengan kegiatan makan bersama makanan sehat yang dilaksanakan setiap bulan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi praktik penyajian makanan bergizi sekaligus memastikan anak memperoleh asupan nutrisi yang sesuai kebutuhan pertumbuhan.
Untung berharap melalui pengawasan yang konsisten dan keterlibatan aktif kader, angka stunting dapat ditekan semaksimal mungkin. “Target kami adalah mencegah anak-anak yang berpotensi stunting agar tidak sampai mengalami stunting. Dengan deteksi dini dan intervensi yang tepat, kita ingin mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting,” tegasnya.
Desa Wonorejo ditetapkan sebagai lokasi pilot project Program DAHSAT di Kecamatan Kencong. Melalui pemantauan intensif, program ini diharapkan dapat menjadi model implementasi yang nantinya bisa direplikasi di desa-desa lain. Dan berharap keberlanjutan program ini terus diperkuat agar mampu menjangkau lebih banyak keluarga berisiko stunting. Dengan dukungan semua pihak, target penurunan stunting di Kabupaten Jember, khususnya Kecamatan Kencong, diharapkan dapat tercapai secara optimal. (Ari)