JATIMPOS.CO/TRENGGALEK — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin membuka Turnamen Bola Basket Bupati Cup ke-3 yang digelar di GOR Gajah Putih, Senin (9/2/2026). Turnamen ini berlangsung selama 3–14 Februari 2026 dan memperebutkan Piala Bupati Trenggalek untuk kategori SD, SMP, dan SMA, baik putra maupun putri.
Mengusung tema “The Power of Culture”, Bupati Cup ke-3 tidak hanya mempertandingkan olahraga bola basket, tetapi juga dirangkai dengan kompetisi dance, fotografi, dan videografi, sehingga menambah semarak ajang tahunan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin mengapresiasi konsistensi PERBASI Trenggalek dalam melakukan pembinaan atlet usia dini melalui penyelenggaraan turnamen.
“Terima kasih, ini bentuk tanggung jawab cabang olahraga ketika tergabung dalam KONI dan menerima hibah. Hibah itu benar-benar dimanfaatkan untuk pembinaan anak-anak usia dini dan penyelenggaraan turnamen. Ini yang kita harapkan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dukungan PERBASI Jawa Timur terhadap pelaksanaan Bupati Cup serta dampak ekonomi yang turut dirasakan.
“Saya senang karena PERBASI Trenggalek didukung PERBASI Jawa Timur. Kreatif menggelar turnamen seperti ini dan sekaligus memberdayakan UMKM. Jadi tidak hanya prestasi olahraga, tapi sisi ekonomi juga bergerak,” imbuhnya.
Mas Ipin juga menyinggung tantangan dari Ketua PERBASI Jatim agar Trenggalek siap menjadi tuan rumah Liga Jatim pada tahun mendatang.
“Saya berharap tantangan itu bisa terwujud, sehingga Trenggalek bisa menghantarkan bibit-bibit unggul ke level pembinaan yang lebih tinggi di Jawa Timur,” katanya.
Terkait kehadiran pelatih dan pemain Pacific Caesar Surabaya, Mas Ipin menilai hal tersebut penting sebagai jembatan pembinaan atlet menuju level profesional.
“Yang penting, talenta di grassroot punya jangkar ke level profesional. Kalau sepak bola kita punya TSL dan Persebaya, maka basket bisa berlabuh ke Pacific Caesar,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PERBASI Jawa Timur, Grace Evi Ekawati atau yang akrab disapa Mama Evi, memberikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Trenggalek.
“Luar biasa PERBASI Trenggalek, apalagi bupatinya sangat support dan energik. Ini bisa menjadi role model bagi anak muda,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga potensi atlet daerah agar tidak mudah hijrah ke luar Jawa Timur.
“Jangan semudah itu melepas atlet ke luar daerah. Potensi dan fasilitas di Trenggalek tidak kalah. Kalau semua keluar, siapa yang akan bermain saat Trenggalek menjadi tuan rumah,” tegasnya.
Ketua panitia penyelenggara, Mohammad Eka atau yang akrab disapa Miftah, menjelaskan bahwa Bupati Cup ke-3 diikuti 38 tim basket dari jenjang SD, SMP, dan SMA putra-putri, serta 11 peserta untuk kompetisi dance.
“Tema The Power of Culture kami angkat untuk memadukan olahraga dengan seni dan kreativitas anak muda,” jelasnya.
Turnamen yang digelar selama 11 hari ini diharapkan mampu semakin memasyarakatkan olahraga bola basket di Bumi Menak Sopal, sekaligus memperluas partisipasi kecamatan, termasuk dari Kecamatan Tugu dan Suruh yang baru pertama kali ikut serta.
Turnamen ini turut dihadiri Diky Freedo (pelatih kepala Pacific Caesar Surabaya), Dio Freedo Putra Prasetya, serta Daffa Dhoifullah, pemain basket profesional Indonesia. Kehadiran mereka menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta untuk terus berlatih dan berprestasi. (ard)