JATIMPOS.CO//NGANJUK – Kabupaten Nganjuk kembali mendapat perhatian di tingkat nasional setelah dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan tiga agenda strategis pada 14–16 Mei 2026. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Panen Raya Kedelai Nasional, peresmian Museum dan Rumah Singgah Marsinah, serta peluncuran nasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu (16/5/2026) dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang didampingi sejumlah menteri, Panglima TNI, Kapolri, dan pejabat tinggi negara lainnya.

Pelaksanaan tiga agenda tersebut menempatkan Nganjuk sebagai salah satu daerah yang mendapat kepercayaan untuk mendukung program strategis pemerintah, mulai dari penguatan ketahanan pangan, penghormatan terhadap sejarah perjuangan buruh, hingga pengembangan ekonomi berbasis desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Panen Raya Kedelai Nasional di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kamis (14/5/2026). Kegiatan ini dihadiri Menteri Pertanian, Ketua Komisi IV DPR RI, serta unsur pimpinan TNI-Polri.

Panen raya tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong peningkatan produksi kedelai nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Kabupaten Nganjuk dinilai memiliki potensi pertanian yang dapat mendukung pencapaian target swasembada pangan.

Melalui kegiatan ini, sektor pertanian diharapkan semakin berkembang, produktivitas petani meningkat, dan kesejahteraan masyarakat pedesaan dapat terus diperkuat.

Agenda berikutnya menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat Nganjuk. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, pada Sabtu (16/5/2026), untuk meresmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah.

Fasilitas tersebut didedikasikan untuk mengenang Marsinah, tokoh perjuangan buruh yang dikenal karena keberaniannya memperjuangkan hak-hak pekerja.

Keberadaan museum ini diharapkan menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah perjuangan buruh serta nilai-nilai keadilan, hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap martabat pekerja.

Peresmian tersebut sekaligus memperkuat posisi Nganjuk sebagai daerah yang turut menjaga warisan sejarah dan nilai kemanusiaan bangsa.

Peluncuran KDMP Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

Masih pada hari yang sama, Presiden Prabowo melanjutkan agenda ke Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, untuk meluncurkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara nasional.

Kabupaten Nganjuk menjadi lokasi peluncuran program yang diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat dari tingkat desa dan kelurahan.

Melalui KDMP, pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi kerakyatan yang lebih mandiri, memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi, serta meningkatkan peran koperasi dalam mendukung aktivitas usaha produktif.

Program tersebut diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru, memperkuat potensi lokal, dan mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Marhaen Djumadi: Kepercayaan Nasional Jadi Kebanggaan Warga Nganjuk

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan pemerintah pusat yang menjadikan Nganjuk sebagai lokasi pelaksanaan tiga agenda strategis nasional.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai unsur yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan acara.

“Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari Panen Raya Kedelai di Wilangan, peresmian Museum Marsinah, hingga peluncuran KDMP di Kertosono berjalan sangat lancar, aman, tertib, dan mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari Bapak Presiden, para menteri, dan seluruh pimpinan negara yang hadir,” ujar Marhaen.

Ia menegaskan, kepercayaan tersebut bukan semata-mata menjadi kebanggaan pemerintah kabupaten, melainkan juga seluruh masyarakat Nganjuk.

Menurut Marhaen, ketiga agenda itu mencerminkan peran berbeda yang saling melengkapi, yakni memperkuat ketahanan pangan, menjaga nilai sejarah dan kemanusiaan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pembangunan desa.

“Ini bukan sekadar kebanggaan bagi kami pemerintah daerah, tapi kebanggaan seluruh warga Nganjuk. Di satu waktu, kami dipercaya mengemban tiga tugas besar: menjadi contoh ketahanan pangan, penjaga sejarah dan nilai kemanusiaan, sekaligus pelopor pembangunan ekonomi desa se-Indonesia. Ini bukti Nganjuk siap, mampu, dan layak menjadi rujukan pembangunan nasional,” lanjutnya.

Marhaen juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kunjungan dan perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Nganjuk. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada masyarakat, tokoh agama, kalangan pemuda, TNI-Polri, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.

“Keberhasilan ini milik seluruh warga Nganjuk. Prestasi ini menjadi cambuk bagi kami untuk bekerja lebih giat lagi, memajukan daerah, menyejahterakan rakyat, dan mengabdi sepenuhnya untuk negara,” tegas Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu.

Penyelenggaraan tiga agenda nasional tersebut menjadi momentum bagi Kabupaten Nganjuk untuk memperkuat kontribusinya dalam pembangunan Indonesia.

Selain memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas, kegiatan ini juga menghadirkan peluang untuk mendorong pengembangan sektor pertanian, pelestarian sejarah, serta penguatan ekonomi berbasis koperasi dan potensi desa.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk diharapkan dapat menindaklanjuti momentum tersebut melalui program pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, Nganjuk diharapkan semakin mampu mengembangkan potensi lokal, meningkatkan kesejahteraan warga, dan mengambil peran dalam mendukung agenda pembangunan nasional. (her)