JATIMPOS.CO/TUBAN – Integritas lembaga penegakan hukum di Kejaksaan Negeri Tuban tercoreng akibat badai yang menimpa Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tuban, Supardi. Ia dicopot dari jabatannya setelah diduga melakukan pelanggaran disiplin. Saat ini Supardi menjalani pemeriksaan intensif Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim).
Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim, Adnan Sulistiyono. Dalam keterangannya selain Supardi, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Tuban, Akhmad Akhsan diperiksa pula atas dengan dugaan pelanggaran serupa.
"Pada minggu yang lalu Kajari Tuban dan Kasi Pidum diduga melakukan perbuatan indisipliner dalam tugas, sehingga sekarang sedang dilakukan pemeriksaan oleh pengawasan," kata Adnan, Kamis (2/7/2026).
Sumber CNNIndonesia menyebut bahwa Adnan enggan merinci bentuk pelanggaran yang dilakukan kedua pejabat tersebut. Namun saat ini posisi Kajari Tuban diisi Pelaksana Harian (Plh) Abdul Rasyid. Hal itu dilakukan demi menjaga kelancaran operasional kantor sekaligus objektivitas proses pemeriksaan.
"Jadi untuk mempermudah proses pemeriksaan, sementara tugas-tugas kantor KN Tuban ditunjuk PLH," terang Adnan.
Pergantian kepemimpinan di tubuh Kejari Tuban ini terendus publik saat peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Akun media sosial resmi Kejari Tuban mengunggah ucapan selamat Hari Bhayangkara dengan menampilkan foto dan nama Abdul Rasyid sebagai pimpinan baru, bukan lagi Supardi. Kejanggalan ini memicu spekulasi luas di tengah masyarakat Tuban.
Di media sosial, beredar dugaan bahwa kasus indisipliner ini berkaitan dengan penanganan perkara tambang ilegal yang menyeret nama Kepala Kejari, Kasi Pidum, hingga Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara tersebut.
Kabar itu kian liar setelah beredar video amatir yang menampilkan aktivitas di rumah dinas Kepala Kejari Tuban di kawasan Simpang Lima, Jalan Wahidin Sudirohusodo.
Dalam video tersebut, rumah dinas tampak ramai didatangi sejumlah orang pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, dengan sebuah mobil berwarna hitam terparkir di halaman dan gerbang rumah terbuka lebar. Warganet pun menarasikan video itu sebagai penggerebekan.
Adnan Sulistiyono membantah tegas narasi penggeledahan atau penggerebekan tersebut. Menurutnya, aktivitas dalam video itu tak lebih dari kegiatan domestik biasa. (min)