JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Kademangan 2 pada bulan Ramadan difokuskan pada menu kering yang praktis dan tetap memenuhi standar gizi seimbang.
Sebanyak 2.815 penerima manfaat menerima paket makanan yang dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan nutrisi selama berpuasa.
Penyesuaian menu dilakukan agar makanan bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka.
Karena itu, dapur memilih jenis makanan kering yang tahan lama, mudah disimpan, dan tetap aman hingga waktu konsumsi.
Menu yang dibagikan terdiri dari bakpao, susu UHT, kacang oven, serta pisang Berlin isi dua. Kombinasi ini disusun untuk memastikan kebutuhan energi dan zat gizi anak tetap terpenuhi meski pola makan berubah selama Ramadan.
Ahli Gizi Dapur Kademangan 2, Devika Nurmalasari, menjelaskan bahwa seluruh menu telah melalui perhitungan gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan anak usia sekolah. Menurutnya, meski berbentuk menu kering, kandungan gizinya tetap lengkap.
" Menu ini sudah memenuhi unsur energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat. Kami pastikan komposisinya seimbang agar anak-anak tetap mendapatkan asupan yang cukup selama menjalankan ibadah puasa," ujar Devika, Selasa (24/02/2026).
Bakpao dan pisang menjadi sumber karbohidrat utama yang berfungsi sebagai penyedia energi saat berbuka. Kandungan gula alami pada pisang juga membantu mengembalikan stamina setelah seharian menahan lapar dan haus.
" Susu UHT berperan sebagai sumber protein hewani dan lemak yang penting untuk pertumbuhan serta menjaga daya tahan tubuh. Sementara kacang oven melengkapi kebutuhan protein nabati sekaligus memberikan asupan serat tambahan, " Ungkapnya.
Menurut Devika, asupan protein yang cukup sangat penting selama Ramadan karena membantu menjaga massa otot dan memperbaiki sel-sel tubuh.
" Sementara serat membantu menjaga kesehatan pencernaan di tengah perubahan pola makan, " Tuturnya.
Pemilihan menu kering juga mempertimbangkan keamanan pangan dan efisiensi distribusi. Makanan tidak mudah basi dan tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka, sehingga kualitas gizi tetap terjaga.
Dengan perencanaan yang matang dari sisi kandungan gizi dan ketahanan produk, program MBG di bulan puasa diharapkan tetap mampu mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, sekaligus membantu pemenuhan gizi harian secara optimal.(Eko)