JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada pelajar di Kabupaten Bondowoso. Hari ini menjadi momentum penting karena merupakan hari pertama pendistribusian MBG ke sekolah-sekolah setelah libur panjang.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kademangan 2 langsung tancap gas menyiapkan ribuan porsi makanan bergizi untuk para siswa di wilayah Kecamatan Bondowoso. 

Sejak pagi, aktivitas dapur sudah dipenuhi para karyawan yang menyiapkan menu dengan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Pantauan di lokasi, para petugas tampak mengenakan alat pelindung diri lengkap saat menyajikan menu ke dalam ompreng. Proses pengolahan hingga pengemasan dilakukan secara tertib dan higienis sebelum didistribusikan ke sekolah penerima.

Ahli gizi SPPG Kademangan 2, Devika Nurmalasari mengungkapkan bahwa Pada pendistribusian perdana pasca libur panjang ini, menu yang disajikan adalah nasi kuning khas Bondowoso. Menu tersebut dilengkapi naget daging sayur, tahu goreng, buah anggur merah, serta sayuran segar berupa timun, selada, dan tomat.

" Sebanyak 2.643 ompreng makanan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa. Ribuan porsi tersebut disalurkan ke delapan sekolah yang tersebar di Kecamatan Bondowoso, meliputi jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP, " Katanya, Jum'at (09/01/2026). 

Dirinya menjelaskan bahwa pemilihan nasi kuning sebagai menu utama merupakan bagian dari menu lokal yang direkomendasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

" Pemberian menu lokal ini memang arahan dan petunjuk dari BGN . Karena Bondowoso dikenal dengan nasi kuning, maka hari ini kami menyajikan nasi kuning kepada para siswa," Ujarnya. 

Menurutnya, penyajian menu lokal di hari pertama distribusi MBG pasca libur panjang juga bertujuan meningkatkan antusiasme siswa untuk kembali menikmati makanan bergizi di sekolah.

Selain itu, komposisi menu telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak sekolah, mulai dari karbohidrat, protein hewani dan nabati, hingga vitamin dan mineral dari buah serta sayuran segar.

Devika menambahkan, seluruh tahapan mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pendistribusian makanan selalu berada di bawah pengawasan tim ahli gizi guna menjamin keamanan pangan.

Program MBG yang dijalankan oleh SPPG Kademangan 2 ini berada di bawah naungan Yayasan Satu Hati Peduli Umat, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah.(Eko)