JATIMPOS.CO/SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste bersama delegasi Kedutaan Besar Jerman dan Uni Eropa di Gedung Negara Grahadi, Jumat (9/1/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu terkait pembangunan dan pelayanan publik di Jawa Timur.
Salah satu topik yang dibahas adalah pengembangan transportasi publik di kawasan aglomerasi Surabaya Raya, termasuk rencana pembangunan Surabaya Regional Railway Line (SRRL).
“Ini menjadi bagian sangat penting karena transportasi publik di area aglomerasi Surabaya ini memang harus dicari solusi. Mudah-mudahan semua berjalan lancar. Insya Allah 2027 akan dilakukan groundbreaking,” ujar Khofifah.
Berdasarkan data proyek, tahap awal Surabaya Regional Railway Line (SRRL) direncanakan mencakup jalur Gubeng–Sidoarjo dengan panjang sekitar 22 kilometer. Proyek ini memiliki nilai total sekitar 297 juta euro (setara Rp5 triliun lebih).
Pendanaan tersebut terdiri atas 230 juta euro berupa pinjaman lunak (concessional loan), dan 6 juta euro hibah dari KfW Jerman, serta 61 juta euro sebagai dana pendamping dari Pemerintah Indonesia. Setelah beroperasi, layanan ini ditargetkan mampu melayani lebih dari 200 ribu penumpang per hari.
Selain sektor transportasi, Khofifah juga menyebut adanya pembahasan terkait penanganan perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan, termasuk proyek penanganan sampah yang saat ini sedang berproses di kawasan Supit Urang.
Di bidang kesehatan, ia menyampaikan harapan agar dukungan Jerman tidak hanya terbatas pada penyediaan alat dan teknologi kesehatan, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Mentoring dokter spesialis penting agar layanan kesehatan di Jawa Timur makin maju,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, Jawa Timur memiliki RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit terbesar di Indonesia. Menurutnya, penguatan kerja sama di sektor kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan rumah sakit tersebut.
Pertemuan tersebut juga membahas peluang pengembangan pendidikan vokasi. Khofifah menyampaikan ketertarikan Jawa Timur terhadap sistem pendidikan vokasi di Jerman yang dinilai maju, termasuk kemungkinan program kursus singkat bagi guru dan siswa.
Sementara itu, Ralf Beste menyatakan bahwa Jerman bersama Uni Eropa membuka ruang kerja sama dengan Jawa Timur dan Surabaya. Ia menyebut, Jerman telah terlibat dalam sejumlah proyek di sektor transportasi publik, pengelolaan sampah, dan kesehatan.
“Terima kasih untuk Ibu Gubernur yang mempercayai Jerman dan kita akan membantu mendukung ambisi Jawa Timur dan Surabaya dalam meningkatkan pelayanan publik, terutama transportasi massal, serta berkontribusi dalam upaya penanganan perubahan iklim,” pungkas Ralf Beste. (zen)