JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun mengajak masyarakat mengenang jasa para leluhur sekaligus melanjutkan perjuangan mereka dalam membangun daerah. Pesan tersebut mengemuka dalam ziarah makam Ki Ageng Reksogati di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Selasa (13/10/2026).
Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Bahana Bersahaja (Bakti Harmoni Madiun Bersahaja) yang berlangsung pada 13–14 Oktober 2026. Kegiatan diawali dengan olahraga bersama, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama di makam tokoh yang dikenal berperan penting dalam sejarah awal Madiun tersebut.
Dalam suasana khidmat, Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat mendoakan para leluhur yang telah berjuang meletakkan fondasi bagi perkembangan wilayah Madiun.
Hari Wuryanto mengatakan, ziarah makam bukan sekadar tradisi, melainkan momentum untuk mengingat jasa para pendahulu sekaligus merefleksikan tanggung jawab generasi sekarang dalam melanjutkan pembangunan daerah.
“Kita mendoakan mudah-mudahan beliau-beliau diberi ampunan segala kesalahannya, diterima amalnya, dan ditempatkan di surga-Nya. Dan kita yang diberi amanah ini bisa melanjutkan perjuangan untuk menyejahterakan masyarakat Kabupaten Madiun,” ujar Hari Wur.
Ia juga menekankan pentingnya mengenal sejarah perjuangan Ki Ageng Reksogati sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam perkembangan awal pemerintahan Madiun. Menurutnya, penghormatan terhadap leluhur harus menjadi pengingat agar masyarakat tetap rendah hati dan bersyukur.
“Paling tidak kita bisa bersyukur dan tidak menjadi sombong. Mengingat kematian dan ziarah kubur membuat kita senantiasa mawas diri, berhati-hati dalam bertindak, dan tidak ceroboh dalam menjalankan tugas,” katanya.
Berdasarkan catatan dalam buku sejarah berdirinya Madiun yang diterbitkan pada 1980, Ki Ageng Reksogati dikenal sebagai ulama yang diutus oleh Kesultanan Demak untuk menyebarkan agama Islam sekaligus menjadi wakil Sultan Demak di wilayah Purabaya pada periode 1518–1568.
Dalam misi tersebut, Ki Ageng Reksogati mendirikan pondok di kawasan Karang Pradesan yang kini dikenal sebagai Sogaten. Perannya membuat tokoh tersebut dikenang sebagai salah satu perintis wilayah sekaligus bagian penting dari sejarah awal pemerintahan Kabupaten Madiun.
Sebelum pemerintahan dipimpin bupati pertama, Ronggo Jumeno atau Pangeran Timur, wilayah tersebut dikenal dengan nama Purabaya. Ronggo Jumeno kemudian dilantik sebagai bupati pada 18 Juli 1568, yang menjadi salah satu tonggak sejarah pemerintahan Madiun.
Selain makam Ki Ageng Reksogati, kompleks pemakaman di Desa Sidomulyo juga menyimpan makam Ki Geneng yang dipercaya sebagai tokoh perintis Dusun Sidomulyo, serta peninggalan berupa lingga yoni.
Melalui Bahana Bersahaja, Pemkab Madiun berharap kegiatan ziarah tidak hanya menjaga tradisi dan warisan sejarah, tetapi juga mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat. Penghormatan terhadap para pendahulu diharapkan menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk meneruskan perjuangan melalui pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan warga. (jum).