JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Penyaluran bantuan pangan (banpang) periode Februari–Maret di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dipastikan berjalan lancar. Pemerintah menjamin berbagai kendala teknis, termasuk isu kenaikan harga plastik untuk pengadaan karung kemasan, tidak akan menghambat program tersebut.

Hal itu disampaikan Deputi III Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andriko Noto Susanto, saat meninjau penyaluran bantuan di Desa Buduran, Kecamatan Wonoasri, Kamis (16/4/2026).

“Pengadaan karung dan lain-lain sudah diperhitungkan. Karena ini program pemerintah, seluruh pengeluaran Bulog akan diganti oleh negara. Jadi tidak ada persoalan dengan kenaikan harga plastik,” ujar Andriko.

Ia menegaskan, program bantuan pangan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan di tengah potensi gejolak harga.

“Sejauh ini tidak ada laporan kendala di wilayah Madiun Raya. Artinya, penyaluran berjalan baik. Ini bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat agar kebutuhan logistik pangan tetap terpenuhi,” katanya.

Selain itu, pemerintah pusat juga mendorong percepatan distribusi agar tidak terjadi penumpukan pada periode berikutnya. Penyaluran periode Februari–Maret diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat sebelum memasuki tahap distribusi selanjutnya.

“Kalau periode ini selesai di April, maka penyaluran April–Mei bisa segera dilaksanakan tanpa hambatan,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Madiun, Agung Sarianto, optimistis penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Madiun dapat rampung lebih cepat dari target nasional.

“Target nasional selesai akhir Mei. Namun untuk Kabupaten Madiun, kami menargetkan sudah tuntas pada 23 April,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, optimisme tersebut didukung capaian distribusi yang sudah cukup tinggi. Hingga Kamis (16/4/2026), realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 77 persen.

“Beras yang sudah tersalurkan sekitar 1.600 ton dari target 2.200 ton. Sementara minyak goreng sudah mencapai 338 ribu liter dari target 440 ribu liter,” jelasnya.

Agung berharap bantuan pangan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat penerima manfaat dan tidak disalahgunakan.

“Kami berharap bantuan ini benar-benar digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan dan tidak diperjualbelikan,” katanya. (jum).