JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun menggelar kegiatan pembinaan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan capaian kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Madiun, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan peran Satpol PP dan Damkar dalam menjaga ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta penanganan kondisi darurat di wilayah Kabupaten Madiun.

Dalam pemaparannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa Satpol PP memiliki tugas utama menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat, mengawasi pelaksanaan peraturan daerah (Perda), serta melakukan penindakan terhadap pelanggaran.

"Selain itu, Satpol PP juga menjalankan fungsi pelayanan masyarakat dan koordinasi lintas instansi," tegasnya.

Adapun fokus program Satpol PP diarahkan pada patroli wilayah di titik-titik rawan gangguan ketertiban, penegakan Perda secara persuasif, serta penguatan peran perlindungan masyarakat (Linmas) hingga tingkat desa dan kecamatan.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap Perda, potensi konflik saat penertiban, hingga stigma negatif terhadap aparat. Untuk itu, Satpol PP didorong mengedepankan pendekatan humanis, peningkatan kapasitas personel, serta penguatan sinergi dengan TNI, Polri, dan organisasi perangkat daerah (OPD).

Sementara itu, Damkar Kabupaten Madiun memiliki peran strategis dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta penyelamatan (rescue) dalam berbagai kondisi darurat. Tidak hanya pemadaman kebakaran, Damkar juga menangani evakuasi hewan berbahaya, penyelamatan korban kecelakaan, hingga penanganan situasi non-kebakaran lainnya.

"Fokus program Damkar meliputi peningkatan upaya pencegahan melalui edukasi dan inspeksi keselamatan gedung, kesiapsiagaan personel selama 24 jam, serta penguatan layanan penyelamatan non-kebakaran," terangnya.

Namun, Damkar juga menghadapi tantangan seperti akses jalan sempit, keterbatasan sarana prasarana, serta tingginya risiko kerja di lapangan. Untuk mengatasinya, dilakukan berbagai upaya seperti penambahan pos Damkar di lokasi strategis, pembangunan hydrant, pemeliharaan peralatan, serta peningkatan pelatihan standar operasional prosedur (SOP).

Melalui pembinaan ini, Pemkab Madiun menargetkan terwujudnya masyarakat yang harmonis dengan indikator meningkatnya rasa aman, ketangguhan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat, serta terciptanya lingkungan yang tertib dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi.

Di akhir kegiatan, acara ditutup dengan pemotongan tumpeng dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satpol PP dan Damkar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat. (jum).