JATIMPOS.CO//KOTA MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak masyarakat berkolaborasi menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan Spogomi, olahraga asal Jepang yang menggabungkan aktivitas fisik dengan aksi memungut sampah. Kegiatan ini digelar di Kota Mojokerto, Minggu (18/10/2026).
Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya di Kota Mojokerto, Spogomi diikuti 150 peserta dengan titik mulai dan finis di Alun-Alun Kota Mojokerto. Para peserta mengumpulkan sampah sambil menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat kota.
Rute kegiatan meliputi Jalan KH Hasyim Asy’ari, Jalan Mojopahit, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Letkol Sumarjo, dan Jalan Ahmad Yani, sebelum peserta kembali ke alun-alun. Setiap kelompok dibekali kantong plastik dan sarung tangan untuk menunjang kegiatan tersebut.
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita itu mengatakan, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan masyarakat dan badan usaha diperlukan untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Menurutnya, prinsip tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang menekankan pentingnya peran bersama dalam menangani persoalan sampah.
“Yang kita lihat bukan hanya kotanya bersih, tetapi juga bagaimana peran lintas sektor dalam mengelola sampah. Spogomi menjadi salah satu bagian dari upaya untuk mewujudkan keterlibatan bersama tersebut,” tutur Ning Ita.
Ia menjelaskan, pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan kebersihan lingkungan perkotaan. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi, mengumpulkan, dan memilah sampah sejak dari sumbernya juga perlu diperkuat.
Karena itu, Ning Ita berharap Spogomi tidak sekadar menjadi perlombaan memungut sampah, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk menerapkan perilaku peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
“Alun-alun Kota Mojokerto kalau hari Minggu kan ramai pengunjung. Nah, saya berharap dengan adanya kegiatan Spogomi hari ini, akhirnya banyak yang termotivasi untuk mulai mengumpulkan sampah dan memilah. Jadi, hari ini kita secara nggak langsung juga sedang mengedukasi dan memberikan contoh kepada masyarakat,” lanjutnya.
Ning Ita juga berharap jumlah peserta Spogomi pada tahun mendatang meningkat sehingga gerakan menjaga kebersihan dan memilah sampah dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Kegiatan tahun ini turut mendapat dukungan Rekosistem, mitra Pemerintah Kota Mojokerto dalam pengelolaan sampah sejak 2024. Kerja sama tersebut telah memasuki tahun ketiga, khususnya dalam pengolahan sampah di TPS Kita Mojokerto.
Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memperkuat pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.
Dalam perlombaan tersebut, Singapilar Sosial meraih juara pertama dengan hadiah Rp2 juta. Posisi kedua ditempati Aeon yang memperoleh Rp1,5 juta, sedangkan juara ketiga diraih Cetar 1 dengan hadiah Rp1 juta.
Panitia juga menyediakan satu unit sepeda gunung sebagai hadiah utama serta puluhan hadiah hiburan bagi peserta.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap kebiasaan menjaga kebersihan dan memilah sampah dapat terus diterapkan masyarakat, termasuk setelah perlombaan berakhir. (din)