JATIMPOS.CO/KOTA MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Terbaru, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meresmikan SPPG Mentikan yang berada di Kelurahan Prajurit Kulon, Jumat (6/1).
SPPG Mentikan yang berlokasi di Jalan Prapanca Cakarayam Gang 5 Nomor 9 tersebut merupakan unit layanan milik mitra pemerintah, Arwanto Arie. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap program prioritas nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.
Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan apresiasi kepada mitra yang telah berkontribusi dalam penyediaan layanan gizi bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan SPPG sangat penting dalam menyiapkan generasi muda yang sehat dan berkualitas.
“SPPG ini bukan sekadar unit layanan, tetapi wujud kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam menyukseskan program makan bergizi gratis sekaligus investasi jangka panjang untuk generasi emas Kota Mojokerto,” ujar Ning Ita.
Ia menjelaskan, Kota Mojokerto menargetkan pendirian 17 SPPG agar seluruh anak dapat terlayani secara merata. Hingga saat ini, baru 11 SPPG yang telah beroperasi, sehingga percepatan pendirian unit baru masih terus diupayakan.
“Dengan tambahan SPPG ini, masih ada lima SPPG lagi yang segera menyusul. Tiga di antaranya akan dibangun di atas lahan milik Pemkot Mojokerto dengan pendanaan dari Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
SPPG Mentikan Prajurit Kulon tercatat sebagai SPPG ke-12 di Kota Mojokerto. Unit layanan ini melayani sebanyak 1.509 penerima manfaat dari jenjang TK hingga SMA, yang berasal dari 3 TK, 4 SD, 1 SMP, dan 1 SMA.
Kepala SPPG Mentikan, Gilang Fadjar, menyampaikan bahwa ke depan cakupan layanan akan diperluas tidak hanya bagi peserta didik, tetapi juga menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Data awal menunjukkan terdapat 278 calon penerima tambahan yang akan dilayani secara bertahap sesuai ketentuan SOP.
“Untuk tahap awal kami fokus pada anak-anak sekolah. Selanjutnya layanan akan dikembangkan untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui setelah seluruh persyaratan SOP terpenuhi,” ungkapnya. (din)