JATIMPOS.CO/KOTA MOJOKERTO — Gelaran Mojo Batik Festival 2025 kembali menjadi sorotan publik. Memasuki edisi ke-9, festival tahunan ini sukses memukau ribuan pengunjung yang memadati Ampiteater Taman Bahari Mojopahit (TBM) pada Sabtu (22/11/2025) malam.

Perpaduan karya batik terbaik Kota Mojokerto, kolaborasi desainer daerah, hingga parade busana oleh duta wisata se-Jawa Timur menjadikan festival ini sebagai salah satu ikon budaya paling ditunggu setiap tahun.

Mengangkat tema “Canting Bahari Mojopahit”, festival tahun ini tampil lebih enerjik dan monumental. Sorak penonton kian pecah saat musisi Donnie Sibarani naik panggung dan menghadirkan penampilan spektakuler yang membakar suasana malam.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa Mojo Batik Festival memiliki peran besar dalam memperkuat identitas dan karakter kota. Menurutnya, festival ini bukan hanya ruang apresiasi seni, tetapi juga bentuk nyata komitmen Kota Mojokerto menjaga nilai budaya.

“Mojo Batik Festival adalah cara kita meneguhkan bahwa Mojokerto adalah kota budaya dan kota kreatif,” ujar Ning Ita dalam sambutannya.

Ia menambahkan, batik Mojokerto menyimpan filosofi dan nilai historis yang lahir dari peradaban panjang Mojopahit. Kreativitas para pengrajin dinilai menjadi bukti bahwa batik bukan sekadar busana, melainkan representasi jiwa dan sejarah masyarakat Kota Mojokerto.

Dalam kesempatan itu, Ning Ita memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada 30 pengrajin batik lokal yang terus menjaga kualitas dan ciri khas batik Mojokerto.

“Motif, detail, dan makna yang mereka tuangkan bukan hanya membawa nilai ekonomi, tetapi juga identitas kota kita,” tuturnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian dan pengembangan batik daerah. Menurutnya, keberlanjutan batik Mojokerto berada di tangan para pemuda kreatif yang mampu berinovasi dan mendorong batik lokal menembus pasar global.

Ning Ita dalam kesempatan tersebut kembali mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal. Penggunaan batik Mojokerto dan produk UMKM dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku industri kreatif.

“Kami ingin memastikan batik Mojokerto tidak hanya terjaga kelestariannya, tapi juga mampu menjadi sumber kemandirian ekonomi bagi para pengrajin,” tegasnya.

Selain parade batik, festival ini juga diramaikan dengan pengundian hadiah Mojo Shop Fiesta 2025, penyerahan penghargaan UMK berprestasi, serta pemilihan Kepala OPD favorit dalam lomba foto batik.

Di akhir acara, Ning Ita berharap Mojo Batik Festival 2025 terus memberikan dampak positif bagi warga Mojokerto.

“Semoga festival ini mampu menjadi pengungkit ekonomi masyarakat dan membawa nama Kota Mojokerto semakin dikenal luas,” pungkasnya. (din)