JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop dan UM) Kabupaten Madiun melalui Seksi Pemasaran dan Kerjasama Bidang Perdagangan menggelar sosialisasi pengembangan usaha pemasaran dalam rangka eksport di ruang rapat Disperdagkop dan UM Kabupaten Madiun, Selasa (15/9/2020).

Kegiatan tersebut diikuti 20 orang peserta perwakilan pengusaha Mikro dan Kecil di Kabupaten Madiun yang berpotensi eksport untuk produk gembol, porang, kopi, coklat dan batik. Sementara nara sumber yang dihadirkan, diantaranya dari Bea Cukai Madiun, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, PT Global Way Indonesia dan motivator dari SMK Model Mejayan.

Sekretaris Disperdagkop dan UM Kabupaten Madiun, Agus Suyudi menjelaskan, tujuan diadakannya sosialisasi ini diantaranya untuk menyatukan pemahaman dalam meningkatkan produktivitas, kelayakan, dan nilai tambah UMKM sehingga mampu tumbuh ke skala yang lebih besar atau naik kelas dan berdaya saing.

Selain itu, juga untuk meningkatkan peran strategis UMKM dalam perekonomian, khususnya pada masa pandemi Covid-19 dan sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor dan sumber inovasi.

Sosialisasi pengembangan usaha pemasaran dalam rangka eksport di ruang rapat Disperdagkop dan UM Kabupaten Madiun
----------------------------------------
“ Sosialisasi ini tentunya juga untuk mendorong UMKM, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya dengan target dapat menembus pangsa pasar dunia atau eksport, serta mendorong kemitraan antar UMKM dan pihak perbankan untuk meningkatkan akses pasar dan permodalan, “ jelasnya.

Agus Suyudi pun berharap, acara tersebut bisa bermanfaat bagi para peserta. Karena, peserta yang hadir tersebut merupakan para perajin dari industri maupun UMKM yang memiliki potensi eksport. Hanya saja, mereka belum tahu terkait bisnis eksport atau mekanisme pelayanan eksport.

“ Para perajin industri maupun UMKM ini sebenarnya memiliki potensi eksport, hanya saja teman – teman ini memang belum bisa eksport karena tidak tahu caranya, “ ungkapnya.

Agus mengakui, barang – barang hasil industri para UMKM di Kabupaten Madiun sudah banyak beredar di luar negeri. Namun, peredaran barang tersebut masih sebatas dibeli oleh teman mereka dan dibawa ke luar negeri, dan bukan perajin sendiri yang mengeksportnya.

“ Target kedepan, dari teman – teman UMKM ini ada yang bisa eksport ke luar negeri, jadi potensi yang ada bisa di eksport. Harapannya bisa tahu cara eksport dan bagaimana caranya agar barang - barang bisa di eksport, “ harapnya.

Untuk diketahui, berbagai materi tentang proses bisnis eksport pun diberikan dalam kegiatan itu. Mulai dari pengertian tentang eksport, proses eksport, mekanisme pelayanan eksport serta jenis – jenis syarat pembayaran Bank. Tak hanya itu, tata laksana kepabeanan di bidang eksport pun juga sosialisasikan. Termasuk dasar hukum, konsep eksport, persyaratan menjadi eksportir hingga proses eksport mandiri serta proses pelayanan kepabeanan eksport. (jum).


TERPOPULER