JATIMPOS.CO/PAMEKASAN - Untuk menjaga kualitas tembakau Madura, petugas gabungan yang terdiri atas Satpol PP, polisi dan tentara melakukan pengawasan di perbatasan Kabupaten Pamekasan. Tepatnya di wilayah Desa Ambat, Kecamatan Talanakan. Aparat gabungan itu bertigas menghentikan tembakau Jawa masuk Pamekasan.


Pengawasan ketat itu digelar semenjak awal petani di Pamekasan memanen tembakau. Selama giat pengawasan, petugas gabungan akhirnya berhasil mengamankan truk bermuatan tembakau rajang kering asal Probolinggo.

Kasi Penyelidikan Kantor Satpol PP Pamekasan, Hasanurrahman menegaskan, petugas gabungan berhasil mengamankan truk bermuatan tembakau. "Saat kami tanya, sopir mengaku jika truk bermuatan tembakau asal Probolinggo dan hendak masuk ke wilayah Pamekaksan," terang Hasanurrahman, Rabu (16/9/2020).

Hasanurrahman membeberkan proses pengamanan truk bernopol S 9627 PB itu. Awalnya aparat gabungan yang bertugas di Desa Ambat melihat sebuah truk dari arah Surabaya hendak memasuki wilayah Pamekasan.

Truk bermuatan penuh hingga ketinggian barang melebihi bak berselimut terpal tebal itu melaju dengan kecepatan normal. Karena mencurigakan, maka aparat gabungan yang bertugas menghentikan laju truk lalu menanyakan kepada sopir terkait barang muatan. Sang sopir mengaku sedang mengangkut tembakau pesanan seorang pengusaha tembakau di Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan.

"Sopir mengaku tembakau itu berasal dari Probolinggo dan diangkut dari sebuah gudang di Sidoarjo. Dalam surat jalan yang disodorkan pak sopir tertera alamat tujuan ke gudang Gunung Harta Desa Larangan Luar," papar Hasanurrahman.

Saat ini, truk beserta muatan tembakau diamankan di Mapolres Pamekasan di Jalan Stadion Kota Pamekasan. Hasanurrahman menegaskan, proses hukum terkait tembakau luar Madura itu sepenuhnya diserahkan ke penyidik Polres Pamekasan. (did/ap)


TERPOPULER