JATIMPOS.CO/TUBAN – Ketekunan dan keberanian mengembangkan keterampilan menjadi modal Husain (54) dalam menjalankan usaha jahit terpal dan interior kendaraan di Dusun Njurangan, Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Selama kurang lebih lima tahun menekuni usaha tersebut, Husain tidak hanya mengerjakan jahit terpal, tetapi juga menerima pesanan interior kendaraan, khususnya truk dan kendaraan sejenis. Dalam menjalankan aktivitas usahanya, ia dibantu Syaifuddin.

Usaha yang dijalankan dari lingkungan tempat tinggal tersebut mampu memberikan pendapatan rata-rata sekitar Rp6 juta per bulan. Bagi Husain, capaian tersebut menjadi bukti bahwa usaha berbasis keterampilan memiliki peluang untuk terus dikembangkan, meski dijalankan dari wilayah perdesaan.

Aktivitas usaha Husain sehari-hari tidak lepas dari mesin jahit dan berbagai material yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pesanan dikerjakan sesuai kebutuhan, mulai dari terpal kendaraan hingga bagian interior kendaraan.

Namun, Husain menyadari bahwa pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi. Perluasan jaringan dan pengenalan usaha kepada masyarakat menjadi hal penting agar pasar yang dijangkau semakin besar.

Karena itu, ia berharap usaha yang dirintisnya selama lima tahun tersebut dapat semakin dikenal di kancah yang lebih luas. Dengan pasar yang berkembang, peluang meningkatkan pendapatan sekaligus membuka kesempatan kerja juga semakin besar.

Husain juga berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, perhatian dan dukungan pemerintah dibutuhkan agar pelaku UMKM di desa dapat terus berkembang, meningkatkan kemampuan usaha, sekaligus memiliki akses pasar yang lebih luas.

 

Dorong Generasi Muda Berani Bermimpi

Tidak hanya berbicara mengenai usaha, Husain juga memiliki harapan besar terhadap masa depan masyarakat di Dusun Njurangan. Ia berharap dari dusun tempat tinggalnya tersebut lahir generasi yang berani memiliki mimpi besar dan mampu menjadi figur yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Husain, mimpi tersebut harus benar-benar diperjuangkan dan diwujudkan. Keberanian untuk memiliki cita-cita tinggi dinilainya menjadi salah satu kunci agar kualitas dan taraf hidup masyarakat Dusun Njurangan dapat meningkat.

Ia mendorong generasi muda agar tidak takut bermimpi dan berani mengembangkan potensi yang dimiliki. Baginya, perubahan kehidupan masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan dari luar, tetapi juga membutuhkan keberanian dari masyarakat sendiri untuk menciptakan peluang.

"Mimpi itu harus berani diraih. Jangan takut punya cita-cita tinggi, karena dari situlah kita bisa mengangkat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik," demikian semangat yang menjadi harapan Husain.

 

Njurangan Punya Potensi UMKM

Dusun Njurangan sendiri diketahui memiliki sekitar 40 kepala keluarga (KK). Meski berada dalam lingkungan dusun dengan jumlah keluarga yang relatif terbatas, potensi kegiatan ekonomi masyarakat cukup beragam.

Sejumlah usaha mikro tumbuh di tengah masyarakat, antara lain jasa penjahit, bengkel las, studio musik, usaha jajanan pasar, serta berbagai jenis makanan ringan lainnya.

Keberadaan beragam UMKM tersebut menjadi potensi ekonomi lokal yang apabila dikembangkan secara bersama-sama dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat dusun.

Husain berharap potensi tersebut mendapatkan perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan. Menurutnya, setiap usaha memiliki peluang untuk berkembang apabila mendapat ruang pemasaran, pembinaan, serta dukungan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

Dengan semangat tersebut, Husain tidak hanya ingin usaha jahit terpal dan interior kendaraannya berkembang. Ia juga berharap pertumbuhan UMKM di Dusun Njurangan dapat berjalan bersama, sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki sumber penghasilan mandiri.

Bagi Husain, kemajuan sebuah dusun tidak hanya diukur dari perkembangan infrastrukturnya, tetapi juga dari keberanian masyarakatnya dalam membangun usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, dan melahirkan generasi yang memiliki mimpi besar untuk masa depan. (min)