JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN - Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop dan UM) Kabupaten Madiun melalui Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di wilayah Kabupaten Madiun untuk mendaftarkan barang atau jasa maupun produknya ke e-katalog.

Hal tersebut seperti disampaikan Sekretaris Disperdagkop dan UM Kabupaten Madiun, Agus Suyudi usai membuka kegiatan pemberdayaan melalui kemitraan usaha mikro dengan para pelaku usaha mikro di Rumah Makan Joglo Mbak Sri Nglames, Kabupaten Madiun, Selasa (6/12/2022).

Kegiatan yang di kemas dengan temu usaha tersebut, menurutnya untuk membantu pelaku UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Madiun agar bisa masuk dalam e - katalog. Karena di tahun 2023 semua barang maupun produk harus masuk e - katalog. Sehingga, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melakukan pengadaan barang atau jasa bisa mengakses e-katalog dengan produk UMKM lokal Kabupaten Madiun.

Peserta temu usaha membawa hasil produk UMKM untuk didaftarkan dalam E-Katalog dan kemitraan dengan Restoran Nusantara.

" Jadi kita ingin membantu teman - teman pelaku UMKM Kabupaten Madiun, karena masih banyak yang belum bisa masuk ke e-katalog, " ungkapnya.

Menurutnya, hal ini sangat penting bagi para pelaku UMKM. Karena, selain memperlancar usaha, juga menjadi sarana untuk memperluas pemasaran dan kemitraan dengan pemerintah daerah.

" Kami berharap semua UMKM nanti bisa masuk e-katalog agar kami bisa belanja di produk UMKM Kabupaten Madiun, " ucapnya.

Lebih lanjut dia katakan, usaha mikro memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, karena dapat menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang besar. Usaha mikro juga jadi ujung tombak perekonomian. Meskipun diterjang resesi maupun inflasi, UMKM terbukti tetap eksis dan tahan banting.

"Kita berharap UMKM bisa berjalan sesuai harapan pemerintah dan tidak ada lagi kendala dalam pemasaran hasil produknya setelah masuk dalam e-katalog, " jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro, Dyah Kuswardani mengatakan, kegiatan pemberdayaan melalui kemitraan usaha mikro ini digelar dalam rangka pembinaan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang olahan produk dan kemasan usaha mikro.

Selain itu, kegiatan ini juga untuk memberikan motivasi dan inovasi para pelaku usaha dalam menciptakan dan meningkatkan usaha produknya secara berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta. Terdiri dari UMKM kerajinan dan UMKM makanan minuman yang ada di wilayah Kabupaten Madiun.

" Kita membantu memasarkan produk mereka melalui e-katalog, jadi 30 UMKM yang kita undang ini memang UMKM yang sudah naik kelas karena mereka sudah punya legalitas perijinan usahanya, " jelasnya.

Sedangkan narasumber yang dihadirkan, di antaranya Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Madiun yang akan mengajari para pelaku usaha agar bisa masuk dalam e-katalog LPSE Kabupaten Madiun.

" Karena 40 persen belanja barang dan jasa nanti berasal dari UMKM, jadi pelaku usaha diajari bagaimana caranya bisa masuk dalam e-katalog LPSE Kabupaten Madiun, " jelasnya.

Selain itu, juga ada narasumber dari Perumda Bank Daerah Kabupaten Madiun terkait dengan permodalan usaha mikro dan Restoran Nusantara agar bisa bermitra dan membantu memasarkan produk UMKM.

" Narasumber dari Restoran Nusantara ini kaitannya dengan produk usaha, agar mereka bisa bermitra dengan pihak restoran nusantara. Sehingga bisa menampung produk UMKM dengan dibantu pemasarannya, " pungkasnya. (jum).

TERPOPULER

  • Minggu Ini

  • Bulan Ini

  • Semua