JATIMPOS. CO/MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar upacara puncak Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 di Pendopo Graha Maja Tama, Sabtu (9/5/2026).

Peringatan yang berlangsung penuh khidmat itu menjadi ajang memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Mengangkat tema “Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata”, kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra bersama Wakil Bupati dr. Muhammad Rizal Octavian, jajaran Forkopimda, para mantan kepala daerah, kepala OPD, camat, kepala desa, hingga tokoh masyarakat.

Nuansa budaya Majapahit begitu terasa sepanjang acara. Penampilan seni tradisional, musik keroncong kolosal, Tari Banjaran Majapahit, hingga parade produk unggulan pertanian dan peternakan menjadi suguhan yang memeriahkan peringatan hari jadi tersebut. Dekorasi replika kapal kuno juga menambah kental suasana historis khas Mojokerto.

Pada kesempatan itu, Pemkab Mojokerto juga memberikan apresiasi kepada sejumlah kepala desa yang dinilai berhasil dalam capaian pelunasan pajak daerah. Penghargaan turut diberikan kepada pelajar berprestasi yang menjadi juara dalam berbagai perlombaan rangkaian Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.

Dalam sambutannya, Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Barra mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum hari jadi sebagai penguat persatuan dan semangat gotong royong.

“Momentum Hari Jadi ke-733 ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Kabupaten Mojokerto yang lebih maju,” ujarnya.

Gus Barra menyebut perjalanan panjang Mojokerto selama lebih dari tujuh abad telah melahirkan berbagai capaian penting di berbagai sektor pembangunan. Salah satunya terlihat dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus mengalami pertumbuhan.

Ia menjelaskan, PAD Kabupaten Mojokerto pada 2025 meningkat menjadi Rp851 miliar dari sebelumnya Rp823 miliar. Sementara pada 2026, pemerintah daerah menargetkan PAD kembali naik hingga Rp881 miliar.

Selain peningkatan pendapatan daerah, Pemkab Mojokerto juga menyiapkan sejumlah program prioritas pembangunan tahun 2026. Program tersebut mencakup pembangunan dan pelebaran jalan, peningkatan sistem drainase, pembangunan jembatan, rehabilitasi sarana olahraga, hingga pemeliharaan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, Kabupaten Mojokerto juga mencatat berbagai prestasi tingkat nasional. Di antaranya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 11 kali berturut-turut, penghargaan Kabupaten Layak Anak, Kabupaten Sehat, daerah tertib ukur, hingga predikat kabupaten sangat inovatif dari Kementerian Dalam Negeri.

Prestasi lain juga diraih dalam program penurunan angka stunting dan dukungan terhadap gerakan zakat nasional.

Menutup sambutannya, Gus Barra mengajak masyarakat menjaga kondusivitas wilayah demi mendukung keberlanjutan pembangunan daerah.

“Semangat Hari Jadi ke-733 harus diwujudkan melalui kerja nyata dan rasa cinta terhadap daerah. Dengan kebersamaan, Mojokerto akan terus berkembang dan masyarakat semakin sejahtera,” tegasnya.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Bupati Mojokerto yang selanjutnya diserahkan kepada Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ainy Zuroh. ( din)