JATIMPOS.CO/MOJOKERTO — Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PKB Ahmad Athoillah menggelar serap aspirasi (reses) masa persidangan II di Desa Pohjejer, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Rabu (11/2/2025). 

Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan, mulai dari perizinan UMKM hingga kondisi jalan rusak.

Reses itu turut dihadiri anggota DPR RI Abdul Halim Iskandar dan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Hj. Eka Septya Juniarti. Selain menyerap aspirasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan pasar murah bagi warga.

Warga Desa Pohjejer memanfaatkan paket sembako yang disediakan. Paket senilai Rp90.000 ditebus dengan harga Rp50.000. Panitia juga menyediakan pembagian doorprize peralatan dapur.

Ahmad Athoillah, yang akrab disapa Gus Atho, mengatakan pasar murah tersebut merupakan agenda serentak Fraksi PKB di Jawa Timur menjelang Ramadan.

“Kehadiran kita di pasar murah ini agar masyarakat di Jombang dan Mojokerto bisa merasakan manfaatnya, terutama menjelang bulan puasa. Ini bentuk kehadiran dan kepedulian anggota fraksi kepada masyarakat,” ujar anggota DPRD Jatim Dapil Mojokerto-Jombang ini

Dalam dialog, sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menyampaikan kendala perizinan usaha yang dinilai masih rumit. Mereka berharap ada kemudahan akses administrasi serta pelatihan pemberdayaan ekonomi.

“Harapannya ada fasilitas untuk pemberdayaan ekonomi, seperti pelatihan. Tadi ada UMKM kecil terkait jilbab yang menginisiasi usahanya, tapi mereka butuh proses perizinan yang dipermudah. Kebanyakan ibu-ibu menginginkan akses perizinan UMKM ini dipercepat,” tegasnya.

Selain persoalan ekonomi, warga juga menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan guru TPQ dan Madrasah Diniyah (Madin), termasuk usulan kenaikan insentif pada tahun mendatang. 

Gus Atho menyatakan akan mengawal skema bantuan insentif tersebut agar akses administrasinya lebih sederhana.

Isu infrastruktur turut mengemuka dalam forum reses. Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Eka Septya Juniarti menyebut akan berkoordinasi untuk memetakan jalan rusak di wilayah Gondang sesuai kewenangan masing-masing.

“Jika ada jalan yang statusnya milik provinsi, akan dikawal Gus Atho, dan yang menjadi wewenang kabupaten akan menjadi prioritas kami,” ujarnya.

Selain itu, petani setempat menyampaikan keluhan terkait stabilitas distribusi pupuk bersubsidi dan kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan) guna mendukung hasil panen.

Menutup kegiatan, Gus Atho menyatakan seluruh aspirasi yang dihimpun akan dibawa dalam forum DPRD Jawa Timur untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

“Reses bukan sekadar seremonial, ini adalah momentum ‘belanja masalah’ agar anggaran negara kembali ke rakyat dalam bentuk manfaat yang nyata,” pungkasnya. (zen)