JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN — Matahari pagi belum menampakkan sinarnya. Udara masih dingin menusuk kulit. Jarum jam baru menunjuk pukul 06.00 WIB ketika Bupati Madiun bersama Wakil Bupati Madiun melangkah menyusuri jalan kampung di Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, Rabu (11/2/2026) pagi.
Tak ada seremoni panjang. Keduanya memilih blusukan dari rumah ke rumah warga lanjut usia (lansia). Salam disampaikan hangat. Senyum dan jabat tangan menjadi pembuka percakapan tentang kesehatan, kebutuhan hidup, hingga perhatian pemerintah di usia senja.
Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) yang digelar di Desa Bulakrejo. Program tersebut dirancang sebagai upaya mendekatkan layanan pemerintah langsung ke tengah masyarakat.
Di salah satu rumah sederhana, Bupati duduk sejajar dengan seorang nenek yang tampak terharu mendapat kunjungan langsung dari kepala daerahnya. Obrolan mengalir ringan, tentang kondisi fisik, obat yang rutin diminum, hingga kebutuhan sehari-hari.
“Lansia bukan beban, tapi bagian dari sejarah keluarga dan daerah ini. Pemerintah wajib hadir memastikan mereka sehat dan terlayani,” ujar Bupati di sela kunjungan.
Dalam blusukan itu, Bupati dan Wakil Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Kepala Dinas Kesehatan, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, serta kepala desa setempat. Bahkan, dokter spesialis turut serta untuk memastikan secara langsung keluhan kesehatan para lansia.
Setiap rumah yang dikunjungi tak sekadar menjadi lokasi silaturahmi, tetapi juga ruang pemeriksaan singkat. Keluhan didengar, dan tindak lanjut dicatat.
Pemerintah daerah ingin memastikan layanan kesehatan lansia berjalan optimal, penyaluran bantuan sosial tepat sasaran, serta program perlindungan sosial benar-benar dirasakan manfaatnya.
Bupati berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada kunjungan simbolis. Ia menekankan pentingnya cek kesehatan rutin, keberlanjutan bantuan, dan perbaikan kualitas layanan bagi warga lanjut usia. “Kita ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri. Pemda harus hadir,” katanya.
Saat pamit meninggalkan salah satu rumah, seorang lansia menggenggam tangan Bupati erat-erat. Senyum merekah di wajah yang mulai termakan usia. Doa pun terucap lirih untuk kesehatan dan kelancaran tugas pemimpin daerahnya.
Di pagi yang masih berkabut itu, kehangatan terasa bukan dari sinar matahari, melainkan dari pertemuan sederhana antara pemimpin dan warganya, sebuah pengingat bahwa perhatian kecil bisa berarti besar di usia senja. (jum).