JATIMPOS.CO/SURABAYA — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menegaskan pentingnya peran perempuan, khususnya ibu, dalam mengakses dan menyebarkan informasi secara bijak di era digital.
Hal itu disampaikan Arumi dalam seminar bertajuk Peran Perempuan dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital yang digelar Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Jawa Timur di Aula Kantor Persatuan Wartawan Indonesia, Surabaya, Jumat (10/4/2026), dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 dan HUT PWI ke-80.
Menurut Arumi, perempuan kini menjadi kelompok dominan pengguna media sosial. Berdasarkan data yang dipaparkannya, dari total 42,35 juta penduduk Jawa Timur pada 2025, jumlah perempuan mencapai 21,25 juta jiwa, sedikit lebih banyak dibanding laki-laki sebanyak 21,10 juta jiwa.
“Yang menarik, perempuan mendominasi pengguna media sosial sekitar 56,3 persen. Tren ini sebenarnya sudah terlihat sejak 2021, ketika 52,6 persen pengguna Instagram adalah perempuan,” kata Arumi.
Ia juga mengungkapkan, platform media sosial yang paling banyak diakses masyarakat Indonesia saat ini adalah WhatsApp, Instagram, Facebook, TikTok, Telegram, dan Messenger.
Arumi menilai dominasi perempuan di ruang digital membuat peran ibu semakin krusial sebagai penjaga arus informasi dalam keluarga. Karena itu, ia mengingatkan agar para ibu selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
“Ibu-ibu harus selalu check and recheck informasi yang didapatkan di media sosial sebelum disebarkan,” ujarnya.
Selain itu, Arumi juga mengingatkan bahaya membagikan lokasi secara real time di media sosial karena dapat membuka peluang tindak kejahatan.
Ketua IKWI Jatim, Endang Suprapti, dalam laporannya mengatakan perempuan merupakan garda terdepan dalam membangun literasi digital keluarga. Menurut dia, ibu memiliki tanggung jawab penting dalam menyaring informasi yang dikonsumsi anak-anak.
“Ibu-ibu harus bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana hoaks untuk anak-anak. Perempuan adalah garda terdepan dalam akses dan penyebaran informasi di keluarga,” katanya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Jatim, Lutfil Hakim, menilai posisi perempuan sangat strategis dalam era banjir informasi. Ia menyebut informasi yang disampaikan ibu di lingkungan keluarga cenderung lebih dipercaya.
Seminar ini dihadiri sekitar 100 peserta dan menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno, serta Wakil Direktur UKW PWI Pusat Dr. Eko Pamuji.
Dalam diskusi panel, para narasumber sepakat bahwa literasi digital keluarga harus diperkuat agar perempuan dapat menjadi benteng utama dalam menangkal hoaks dan dampak negatif media sosial. (*).
