JATIMPOS.CO//SURABAYA – Di tengah dinamika sosial dan tantangan menjaga stabilitas perkotaan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya memperlihatkan soliditas melalui konvoi kebersamaan bertajuk "Jogo Suroboyo", Rabu (29/7/2026) malam. Kegiatan yang melibatkan unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan DPRD Surabaya itu tidak sekadar menjadi ajang patroli simbolis, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa keamanan dan persatuan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Konvoi dimulai dari Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya, melintasi kawasan Kota Lama, hingga berakhir di Jalan Tunjungan. Para pimpinan daerah mengendarai beragam jenis sepeda motor, mulai motor klasik hingga kendaraan komunitas, sebagai simbol bahwa perbedaan latar belakang tidak menghalangi semangat menjaga Kota Pahlawan.

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menegaskan bahwa kebersamaan lintas institusi menjadi modal penting dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

"Situasi saat ini mengharuskan kita terus menjaga kebersamaan agar masyarakat tetap tenang dan optimistis. Ekonomi harus terus berjalan. Ini contoh semangat arek-arek Suroboyo, apa pun jabatannya tetap bersatu untuk menjaga kota ini," ujarnya.

Di sela kegiatan, perhatian juga tertuju pada kawasan Kota Lama Surabaya yang kini semakin ramai dikunjungi masyarakat. DPRD Surabaya melihat kawasan bersejarah tersebut memiliki peluang besar menjadi destinasi wisata heritage sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi kreatif.

"Kita ingin Kota Lama menjadi kawasan heritage seperti di kota-kota Eropa. Para pemilik bangunan cagar budaya akan kita ajak bersama-sama meramaikan Surabaya," tutur Syaifuddin.

Ia menambahkan, penataan pedagang kaki lima perlu dilakukan secara terukur agar nilai sejarah kawasan tetap terjaga tanpa menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. "Tujuannya agar cagar budaya memiliki nilai ekonomi yang semakin baik, tetapi nilai sejarahnya tetap terjaga. Seperti pesan Bung Karno, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah," imbuhnya.

Komandan Satrol Koarmada V, Kolonel Laut (P) Dr. Moch. Anton Maulana, mengajak seluruh komunitas, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran menjaga keamanan lingkungan.

"Hobi apa pun bentuknya, tetap Jogo Suroboyo. Mau komunitas Vespa, RX King, atau komunitas lainnya, yang penting bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban," katanya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0830/Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, menilai patroli bersama tersebut menjadi contoh nyata kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat.

"Kalau bukan kita yang menjaga Surabaya, siapa lagi? Karena itu kita turun bersama melalui patroli menggunakan motor untuk mengajak masyarakat ikut menjaga kota ini," tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memecah persatuan. "Jangan mudah terprovokasi dan jangan biarkan ada pihak yang menghasut untuk merusak kota kita sendiri. Warga Surabaya harus mampu menjaga kota yang kita cintai ini," katanya.

Senada dengan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Darwis Burhansyah, menilai konvoi tersebut menjadi bukti nyata kekompakan Forkopimda dalam menjaga stabilitas daerah.

"Ini menandakan Forkopimda tetap guyub. Tujuan kita satu, yaitu Jogo Suroboyo," ujarnya.

Dari unsur kepolisian, Kasat Pamobvit Polrestabes Surabaya AKBP Wachid Arifani yang mewakili Kapolrestabes Surabaya mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi media edukasi mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.

"Kami ingin memberikan contoh kepada masyarakat untuk selalu tertib berlalu lintas, melengkapi kendaraan dengan pelat nomor, spion, serta mematuhi aturan demi keselamatan bersama," katanya.

Melalui konvoi "Jogo Suroboyo", Forkopimda Surabaya tidak hanya menunjukkan kekompakan antar instansi, tetapi juga menegaskan bahwa stabilitas keamanan, kepatuhan terhadap hukum, serta pelestarian kawasan bersejarah merupakan bagian yang saling berkaitan dalam mendukung pembangunan Kota Surabaya yang aman, produktif, dan berdaya saing. (fred)