JATIMPOS.CO//MOJOKERTO – Panggung terbuka Amphitheater Taman Bahari Majapahit (TBM) Kota Mojokerto kembali dipenuhi semangat dan kreativitas pelajar, Selasa (22/9/2026).

Ratusan siswa sekolah dasar dari Gugus 2 Kecamatan Kranggan tampil dalam kegiatan Monitoring Kepariwisataan One School One Event (OSOE) yang digelar Pemerintah Kota Mojokerto.

Beragam penampilan siswa disuguhkan di atas panggung. Mulai dari seni, kreativitas, hingga pertunjukan yang menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan bakat dan keberanian mereka.

Ketua panitia kegiatan, Riska Ari Susanto yang juga Kepala SDN Miji 4, mengatakan One School One Event (OSOE) menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan antara sekolah, guru, orang tua dan siswa.

“Ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan potensi, kreativitas, bakat dan keberanian mereka,” ujar Riska.

Menurutnya, setiap penampilan yang disuguhkan bukan sekadar hiburan. Di baliknya terdapat proses panjang berupa latihan, kerja sama, kedisiplinan, keberanian serta upaya membangun rasa percaya diri para siswa.

“Semua itu merupakan proses belajar yang melibatkan anak-anak, guru dan orang tua,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Hj. Ika Puspitasari, SE, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya One School One Event (OSOE) hingga memasuki penyelenggaraan ke-37.

“Terima kasih kepada kepala sekolah, para guru dan orang tua atas kebesaran hati serta kontribusinya sehingga kegiatan One School One Event bisa terselenggara dengan baik sampai yang ke-37,” kata Hj. Ika Puspitasari.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada sekolah secara bergiliran untuk memanfaatkan Amphitheater TBM sebagai ruang kreativitas.

Ia berharap ruang publik tersebut terus dimanfaatkan untuk menggali dan menampilkan potensi anak-anak Kota Mojokerto.

“Semoga semuanya bisa berjalan dengan baik dan bergiliran memanfaatkan Amphitheater TBM ini. Kita memberikan ruang kreasi kepada anak-anak untuk menampilkan kreativitasnya, yang nantinya bisa mengharumkan nama Kota Mojokerto,” ungkapnya.

Ning Ita menjelaskan, pelaksanaan One School One Event merupakan bagian dari sinergi lintas perangkat daerah di lingkungan Pemkot Mojokerto.

Sinergi tersebut melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat branding Kota Mojokerto sebagai kota yang konsisten mengembangkan dan melestarikan kebudayaan.

“Branding Kota Mojokerto sebagai kota pariwisata budaya sangat lekat dengan sejarah sebagai bagian dari Kerajaan Majapahit. Karena itu kita membawa semangat Spirit of Majapahit,” jelasnya.

Ia menambahkan, ekspresi budaya perlu diberikan ruang sejak usia dini hingga para pegiat budaya yang telah berusia lanjut (lansia).

Dengan begitu, potensi seni, budaya dan kreativitas masyarakat dapat terus tumbuh sekaligus menjadi bagian dari identitas Kota Mojokerto.

Ning Ita juga berharap keberadaan Wisata Taman Bahari Majapahit ( TBM ) tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi berkembang sebagai ruang publik yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Harapan kami TBM bisa menjadi ruang publik yang bermanfaat, menjadi ruang untuk berekspresi, sekaligus menjadi ruang yang mempertemukan sektor ekonomi, budaya, pendidikan, sosial dan sektor lainnya,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemkot Mojokerto, di antaranya staf ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, asisten perekonomian dan pembangunan, jajaran Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Ekonomi Kreatif, Lurah Pulorejo, para kepala sekolah serta guru dari Gugus 2 Kecamatan Kranggan.

Kemeriahan One School One Event ke-37 menjadi gambaran bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai panggung pembelajaran sekaligus tempat tumbuhnya keberanian dan kreativitas generasi muda Kota Mojokerto. (din/adv-kom)