JATIMPOS.CO/SURABAYA – Pertemuan silaturahmi antara DPW PKS Jawa Timur dan DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Rabu (22/7/2026) malam, diwarnai pembahasan dinamika politik menuju Pilgub Jatim mendatang.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPW PKS Jatim Bagus Prasetiyo Lelono menyebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak sebagai figur yang sangat potensial, meski Emil menegaskan saat ini seluruh elemen politik sebaiknya lebih fokus menyelesaikan persoalan masyarakat.

Awalnya Bagus menjelaskan bahwa kunjungan PKS ke kantor Demokrat merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi antarpartai pendukung pemerintahan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak agar sinergi dalam mengawal jalannya pemerintahan semakin optimal.

"Ini sebagai salah satu upaya kami di PKS untuk membangun pola komunikasi dan sinergi sesama partai pendukung dari Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah dan Mas Emil," kata Bagus.

Saat ditanya mengenai kemungkinan penjajakan politik menuju Pilgub Jatim, Bagus mengakui pembahasan tersebut masih terlalu dini karena menunggu kepastian sistem pemilu pasca Putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemisahan pemilu nasional dan daerah.

Meski demikian, Bagus secara terbuka menilai Emil Dardak merupakan salah satu figur yang layak diperhitungkan pada kontestasi mendatang.

"Oh iya. Sangat potensial," kata Bagus ketika ditanya apakah Emil menjadi salah satu calon gubernur yang dipertimbangkan PKS.

Ia menambahkan Emil memiliki pengalaman sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur sehingga memiliki modal kepemimpinan yang kuat.

Menanggapi hal tersebut, Emil mengaku menghargai penilaian PKS. Namun menurutnya, pembicaraan mengenai Pilgub Jatim masih terlalu dini mengingat masa jabatan pemerintahan saat ini baru berjalan sekitar satu setengah tahun.

"Saya tentu merasa terhormat bahwa wacana itu diperbincangkan. Tapi saya ingatkan, satu setengah tahun saja sebenarnya belum dari kami diambil sumpah," ujar Emil.

Emil menilai masyarakat saat ini lebih membutuhkan solusi terhadap persoalan nyata, mulai dari menjaga stabilitas harga hingga memastikan roda perekonomian tetap bergerak di tengah dinamika global.

"Masyarakat sekarang menginginkan seluruh elemen ini bicara mengenai masalah-masalah konkret yang dihadapi di depan mata," katanya.

Selain membahas dinamika politik nasional, kedua partai juga sepakat memperkuat komunikasi dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat agar aspirasi masyarakat tersampaikan secara berjenjang.

“Ada ide bagus yang tadi muncul, yaitu bagaimana kalau ada kegiatan yang dilakukan bersama-sama? Bukan kaderisasi yang sifatnya misalnya membangun militansi atau strategi internal partai, tapi justru pengabdian masyarakat yang dilakukan kolektif bersama-sama. Nanti kalau PKS mau mengajak juga teman lain, kita bisa rembuk bersama-sama. Ide ini kebetulan muncul pada saat kunjungan PKS ke kantor Partai Demokrat,” pungkas Emil. (zen)