JATIMPOS.CO//LAMONGAN — Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep, S.H. mengikuti apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi 2026–2027 di halaman Pendopo Kecamatan Sarirejo, Kamis (5/11/2026) pukul 10.30 WIB. Kegiatan mengusung tema “Sinergi Mewujudkan Lamongan Tangguh”.

Apel dipimpin Camat Sarirejo Abdul Hadi, S.E., M.M. Penanggung jawab kegiatan adalah Kasi Satpol PP Kecamatan Sarirejo H. Zakaria. Turut hadir Danramil Sarirejo Lettu Sarji, Kasi Pemerintahan H. Suutarjo, S.IP., anggota Polsek dan Koramil Sarirejo, serta relawan kebencanaan dengan total sekitar 20 peserta.

Rangkaian apel meliputi persiapan pasukan, laporan komandan apel, serta pemeriksaan kesiapan personel dan sarana prasarana kebencanaan oleh Camat Sarirejo bersama Kapolsek dan Danramil.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang, dan genangan air yang dapat mengancam wilayah pedesaan saat musim hujan.

Camat Sarirejo Abdul Hadi menyampaikan bahwa apel tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Kecamatan Sarirejo membutuhkan kesiapan yang solid. Kami harus saling terhubung, saling berkomunikasi dan segera bergerak apabila ada tanda-tanda bencana di wilayah kami,” ujarnya.

Kapolsek Sarirejo IPTU Moch. Sokep menegaskan bahwa Polri siap mendukung kesiapsiagaan bencana.

“Polsek Sarirejo akan terus hadir di tengah masyarakat, mendukung pengamanan jalur evakuasi, penyebaran imbauan serta membantu upaya penanganan darurat apabila terjadi bencana,” ungkapnya.

Danramil Sarirejo Lettu Sarji menambahkan bahwa TNI siap bersinergi dalam penanganan kebencanaan, mulai dari deteksi dini, evakuasi warga rentan hingga pendampingan masyarakat di lokasi terdampak.

Sementara itu, Kasi Satpol PP Kecamatan Sarirejo H. Zakaria menyatakan bahwa relawan dan aparatur kecamatan terus diaktifkan untuk menyebarkan kewaspadaan kepada warga di desa-desa sekitar.

Dalam apel tersebut, masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai perubahan cuaca, menghindari wilayah rawan banjir, serta segera melaporkan tanda-tanda bahaya kepada petugas terdekat.

Apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi ini melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, dan relawan kebencanaan. (Iswt)