JATIMPOS.CO/SAMPANG - Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, melantik Andy Andrian Hasan. SE, sebagai Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Kabupaten Sampang pada 5 Juni 2026 lalu. 

Pelantikan dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas dan pelayanan kesehatan di RSMZ Sampang.

Namun sudah satu bulan menjabat sebagai Direktur di RSMZ Sampang, belum mampu menghadirkan inovasi dan terobosan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Rumah Sakit milik pemerintah tersebut belum terlihat berkembang menjadi fasilitas kesehatan yang profesional sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Sampang.  

Hal itu memunculkan spekulasi, pengangkatan Andi Adrian sebagai Direktur RSUD Sampang tidak tepat sasaran karena tidak sesuai dengan gelar yang di sandangnya. 

Berbeda dengan kandidat lainnya yaitu, Aditya Bagus Djatmiko yang punya pengalaman sebagai direktur RSUD kediri sehingga lebih fit and propertest atau lebih layak dan patut menduduki posisi strategis di RSMZ Sampang. 

"Satu bulan kerja Direktur RSUD Sampang ini di jadikan evaluasi dan menjadi proses penilaian kinerja terstruktur untuk mengukur efektifitas kepemimpinan," ucap Amiruddin. pemerhati kebijkan Sampang, Jum'at (10/7/2026).

Menurut Amir, penilaian ini penting untuk memastikan pemimpin baru memahami visi strategis, berdaptasi dengan budaya perusahaan sehingga mencapai target awal sesuai harapan pemerintah Kabupaten Sampang. 

"Dan pengangkatan Andi ini bukan sekedar pergantian administratif biasa, itu murni bagian dari strategi besar Pemkab Sampang yang modern, responsif, serta berorientasi penuh pada kepuasan masyarakat Sampang secara khusus," ujarnya. 

Humas RSUD Mohammad Zyn Amin Jakfar Sadik saat di konfirmasi melalui selulernya menyampaikan jika RSMZ Sampang sudah ada terobosan, salah stunya telah membuka pelayanan khusus penyakit jantung. 

“Satu minggu lalu kami membuka layanan HCU untuk penyakit jantung untuk membekingi ruang ICCU matahari yang hanya 7 bad untuk tingkat kegawatan penyakit jantung," ucapnya. 

Menurut Amin, itu merupakan langkah awal direktur yang baru dan menejemen RSMZ untuk melakukan inovasi dan terobosan awal. 

“Ini kan masih awa kerja, masih perbaikan menejemen, nanti pada triwulan atau seratus hari kerja nanya nya nanti ke Sekda selalu panitia pansernya,” katanya. 

Disinggung terkait titel direktur dan minimnya pengalaman di bidang kesehatan, ia menyampaikan jika pimpinannya di bantu oleh menejemen RSMZ. 

“Pimpinan itu memang harus berpengalaman, tapi di bawah itu ada Wadir pelayanan, ada Kabid pelayanan notabenenya memang orang orang fungsional orang-orang lapangan, benar pak Dir pengambil kebijakan, jadi tidak semuanya direktur. Direktur hanya menyetujui, mempertimbangkan dan menganalisa,” tutup Amin selaku humas RSUD Sampang. (adi).