JATIMPOS.CO/JOMBANG – Bank Jatim Cabang Jombang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tim dari cabang tersebut berhasil menembus 10 besar ajang QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Tingkat Jawa Timur 2026, sebuah kompetisi yang digelar untuk mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran berbasis QRIS di berbagai daerah.

Keberhasilan tersebut diraih setelah tim Bank Jatim Jombang lolos pada tahapan seleksi dan berhak mengikuti Technical Meeting dan Seleksi Tahap II yang digelar di Gedung De Javasche Bank, Jalan Garuda Nomor 1, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Selasa (7/7/2026).

“Tim Bank Jatim Jombang berhasil lolos ke putaran 10 besar QRIS Jelajah Indonesia. Bukan hanya kategori tim, tetapi juga kategori individu,” kata Pimpinan Cabang Bank Jatim Jombang, Hanif Julhamsyah, Kamis (9/7/2026).

Capaian ini menjadi bukti bahwa upaya Bank Jatim Jombang dalam mengakselerasi penggunaan QRIS tidak hanya berdampak pada peningkatan transaksi digital, tetapi juga memperoleh pengakuan di tingkat provinsi. Tidak hanya pada kategori tim, sejumlah peserta dari Bank Jatim Jombang juga berhasil meraih prestasi pada kategori individu.

Pimpinan Cabang Bank Jatim Jombang, Hanif Julhamsyah, menambahkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh insan Bank Jatim dalam mengedukasi masyarakat dan pelaku usaha agar semakin terbiasa menggunakan transaksi digital melalui QRIS.

Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu fokus utama Bank Jatim dalam menghadirkan layanan keuangan yang cepat, aman, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ajang QRIS Jelajah Indonesia sendiri merupakan program yang diinisiasi Bank Indonesia sebagai kampanye nasional untuk memperluas penggunaan QRIS. Melalui kompetisi ini, peserta ditantang untuk menjalankan berbagai misi yang berkaitan dengan edukasi, peningkatan transaksi non-tunai, serta perluasan ekosistem pembayaran digital di daerah.

Keberhasilan masuk 10 besar tingkat Jawa Timur diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh insan Bank Jatim Jombang untuk terus meningkatkan literasi keuangan digital sekaligus memperluas pemanfaatan QRIS di kalangan UMKM, pedagang, dan masyarakat umum.

Bank Jatim optimistis penggunaan QRIS akan terus meningkat seiring berkembangnya ekosistem pembayaran digital di Kabupaten Jombang. Selain mendukung efisiensi transaksi, digitalisasi pembayaran juga dinilai mampu memperkuat inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Bank Jatim sebagai bank pembangunan daerah yang terus berinovasi dalam menghadirkan layanan perbankan modern serta mendukung program digitalisasi yang digagas Bank Indonesia.

“Tujuan utamanya memperkuat sinergi antara Bank Jatim dengan Dinas Pendidikan. Kami ingin membangun komunikasi yang lebih baik sehingga hubungan kelembagaan semakin kuat,” ujarnya.

“Kami juga mengenalkan fitur-fitur JConnect yang memudahkan akses layanan perbankan, mulai transaksi hingga pengajuan pinjaman secara online, lengkap dengan sistem keamanan digital yang semakin baik,” jelasnya.

Hanif menambahkan, literasi keuangan penting dimiliki ASN agar lebih memahami fungsi perbankan dan mampu memilih produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan.

“Fasilitas kredit tidak selalu harus bersifat konsumtif. ASN dapat memanfaatkan berbagai skema pembiayaan misalnya untuk melanjutkan pendidikan atau mendukung pengembangan karier,” pungkas Hanif. (her)