JATIMPOS.CO/GRESIK – Sejumlah pengguna bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Gresik mengaku mulai beralih dari Pertamax ke Pertalite untuk kebutuhan kendaraan sehari-hari.

Pantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Gresik, Jumat (19/6/2026), menunjukkan antrean kendaraan di jalur pengisian Pertalite terlihat lebih ramai dibandingkan jalur Pertamax.

Beberapa pengendara yang ditemui mengaku memilih Pertalite karena mempertimbangkan pengeluaran untuk kebutuhan operasional kendaraan.

“Saya pakai Pertamax sejak lama, tapi belakangan ini rasanya terasa lebih berat di kantong. Coba ganti ke Pertalite, untuk pemakaian harian masih terasa cukup dan lebih hemat,” ujar Arifin, pengendara roda dua warga Kecamatan Kebomas, saat ditemui di salah satu SPBU jalan raya Gresik-Surabaya.

Hal serupa disampaikan Heru, pengemudi kendaraan niaga ringan. Menurutnya, selisih harga BBM cukup berpengaruh terhadap biaya operasional kendaraan yang digunakan setiap hari.

"Kebutuhan bahan bakar setiap hari cukup banyak. Selisih harganya lumayan terasa jika dihitung dalam sebulan. Selama mesin kendaraan masih bisa bekerja dengan baik, kami pilih yang lebih terjangkau harganya," katanya.

Sementara itu, petugas di salah satu SPBU di wilayah Gresik mengatakan terdapat perubahan pola pembelian BBM oleh sebagian konsumen dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, pasokan BBM dipastikan tetap tersedia.

"Stok Pertalite dan Pertamax aman sampai hari ini. Kami tetap melayani sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak ada pembatasan khusus selama pasokan lancar," ujarnya.

Masyarakat berharap harga BBM tetap stabil karena menjadi salah satu kebutuhan penting yang menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi sehari-hari. (Isw)