JATIMPOS.CO/BONDOWOSO. Prestasi akademik pelajar Bondowoso mencuri perhatian dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. Tiga siswa dari daerah itu berhasil menembus lima besar peserta terbaik se-Jawa Timur dan berhak melaju ke tingkat nasional.

Tiga siswa tersebut masing-masing adalah Danish Ifat Rafif Gustatama dari SDN Kota Kulon, Siti Nur Aisyah Ayu Samroni dari SDN Binakal, serta Abiyyu Balfaqih Junaidi dari MI At-Taqwa.

Mereka berasal dari dua bidang yang berbeda, yakni Matematika dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dua di antaranya berhasil menembus jajaran terbaik Jawa Timur pada bidang Matematika.

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan capaian tersebut menjadi kabar membanggakan karena para siswa Bondowoso mampu bersaing dengan peserta dari sejumlah daerah yang selama ini memiliki tradisi kuat dalam kompetisi akademik.

" Ada tiga siswa kita yang lolos ke tingkat nasional. Dua di antaranya dari bidang Matematika. Ini merupakan prestasi yang luar biasa karena mereka masuk lima terbaik se-Jawa Timur dan berhak mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional," ujar Taufan, Kamis (13/8/2026). 

Menurut dia, keberhasilan tersebut juga menjadi kejutan bagi pemerintah daerah. Bondowoso selama ini harus bersaing dengan daerah-daerah besar di Jawa Timur yang memiliki sumber daya dan tradisi pembinaan olimpiade cukup kuat.

Pada bidang Matematika, misalnya, peserta yang masuk lima besar berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Kota Malang, serta dua siswa dari Bondowoso.

" Kami juga cukup terkejut dengan prestasi ini. Kami tidak menyangka bisa mengalahkan banyak kabupaten dan kota lain," kata Taufan.

Bagi Dinas Pendidikan Bondowoso, capaian tersebut tidak berhenti pada keberhasilan tiga siswa menembus tingkat nasional. Prestasi itu diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah dan peserta didik lain untuk berani memasang target lebih tinggi dalam kompetisi akademik.

Taufan mengatakan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa potensi siswa Bondowoso untuk bersaing di tingkat regional bahkan nasional cukup besar apabila mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.

" Semoga ini menjadi titik awal dan momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bondowoso," ujarnya.

Setelah memastikan tiket ke tingkat nasional, ketiga siswa tersebut kini menghadapi tantangan yang lebih besar. Mereka akan berhadapan dengan peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia dalam OSN yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus 2026.

Dinas Pendidikan Bondowoso akan memberikan pembinaan intensif dalam masa persiapan tersebut. Pembinaan diarahkan untuk memperkuat kemampuan akademik sekaligus mematangkan kesiapan siswa menghadapi persaingan di tingkat nasional.

" Minggu-minggu ini kami akan melakukan pembinaan dan mempersiapkan mereka sebaik mungkin menghadapi pelaksanaan OSN pada 26 Agustus nanti. Pak Bupati juga sudah menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan," jelas Taufan.

Taufan berharap keberhasilan lolos ke tingkat nasional tidak membuat para siswa cepat puas. Menurut dia, capaian di tingkat Jawa Timur justru menjadi awal dari tantangan yang lebih besar.

" Tetap semangat. Mari kita persiapkan diri sebaik-baiknya agar bisa memberikan hasil terbaik di tingkat nasional," pungkasnya. (Eko)