JATIMPOS.CO/KOTA BATU – Dewan Pendidikan Kota Batu (DPKB) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di empat Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kota Batu, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, dan SMP Negeri 4 Kota Batu.

Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh proses SPMB berjalan sesuai ketentuan, menjunjung prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan bebas diskriminasi, sehingga setiap calon murid memperoleh layanan pendidikan yang layak.

Ketua Tim Monev sekaligus Ketua DPKB, Prof. Dr. Atok Miftachul Hudha, M.Pd., mengatakan secara umum pelaksanaan SPMB di Kota Batu berjalan tertib dan lancar.

"Pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan tertib sehingga calon murid dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak," ujar Atok, Rabu (17/6/2026).

Atok mengungkapkan, tim monev juga mencatat tingginya antusiasme masyarakat, terutama pada SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Kota Batu.

"Antusias masyarakat sangat tinggi, terutama ke sekolah negeri yang menjadi pilihan utama masyarakat di Kota Batu," katanya.

Menurut Atok, di SMP Negeri 1 sejumlah orang tua calon murid sudah datang sejak pukul 00.00 WIB untuk mendapatkan nomor antrean. Sementara di SMP Negeri 4, beberapa orang tua mulai datang sejak pukul 03.00 WIB.

"Di SMP Negeri 1, sejumlah orang tua sudah datang sejak pukul 00.00 WIB untuk mendapatkan nomor antrean. Di SMP Negeri 4, ada yang hadir mulai pukul 03.00 WIB," ungkap Atok.

Ia menilai tingginya antusiasme tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri di Kota Batu.

Meski demikian, Atok berharap sistem informasi dan pelayanan SPMB ke depan dapat terus ditingkatkan agar para orang tua tidak perlu mengantre sejak dini hari.

Selain itu, tim monev juga mencatat adanya perubahan data penerimaan pada jalur afirmasi. Di SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 4 masing-masing terdapat satu calon murid yang mengundurkan diri.

Perubahan tersebut akan dilaporkan secara terbuka agar proses pengisian kuota tetap berjalan sesuai prosedur tanpa mengganggu pelaksanaan SPMB secara keseluruhan.

"Monev ini tidak hanya memeriksa administrasi, tetapi juga memastikan kesempatan yang adil bagi seluruh anak. Keberhasilan SPMB bukan hanya soal kelancaran teknis, tetapi juga menjamin hak pendidikan yang setara dan bermartabat," pungkas Atok. (Yon/ADV)