JATIMPOS.CO/KOTA MADIUN – Kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, ke SMKN 1 Madiun dalam rangka meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Jumat (5/6/2026), menjadi momentum untuk memastikan proses penerimaan siswa berjalan lancar dan transparan.

Di tengah pelaksanaan SPMB, minat masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya ke SMKN 1 Madiun tercatat cukup tinggi. Kepala SMKN 1 Madiun, Septa Krisdiyanto, mengatakan antusiasme calon peserta didik terlihat dari tingginya jumlah pemohon layanan pengambilan PIN dan verifikasi data.

"Alhamdulillah, peminatan untuk SPMB di SMKN 1 Madiun sangat tinggi. Terbukti hari ini ada lebih dari 200 siswa yang melakukan pengambilan PIN dan verifikasi," ujar Septa Krisdiyanto.

Meski tahapan pendaftaran masih berlangsung, pihak sekolah memperkirakan jumlah pendaftar tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, berdasarkan data sementara, progres pendaftaran di SMKN 1 Madiun menjadi yang tertinggi di Kota Madiun.

"Sampai hari ini progresnya insya Allah mengalami peningkatan. Bahkan untuk sementara menjadi yang tertinggi di Kota Madiun dalam progres SPMB yang masuk," katanya.

Menurut Septa, program keahlian yang paling diminati calon siswa adalah Teknik Pemesinan. Jurusan tersebut terus menjadi favorit karena memiliki peluang kerja yang luas dan didukung fasilitas pembelajaran yang memadai.

"Jurusan yang paling tinggi peminatnya di sini adalah Teknik Pemesinan," ujarnya.

Terkait pelaksanaan SPMB, Krisdiyanto mengungkapkan tidak terdapat kendala berarti. Beberapa hambatan yang muncul hanya bersifat administratif, terutama terkait penerbitan dokumen nilai dari sekolah asal.

"Kendalanya normatif saja. Verifikasi nilai dari SMP baru terbit sehingga ada beberapa pendaftar yang harus mengulang proses. Namun tidak ada problem signifikan, semuanya berjalan lancar," jelasnya.

Ia juga memastikan seluruh infrastruktur pendukung berjalan optimal, mulai dari aplikasi hingga jaringan internet yang digunakan selama proses pendaftaran.

"Kalau terkait aplikasi, internet, dan infrastruktur semuanya oke. Sangat feasible dan mudah diaplikasikan oleh operator," katanya.

Pada SPMB tahun ajaran 2026/2027, SMKN 1 Madiun menyediakan kuota sebanyak 648 siswa yang terbagi dalam 18 rombongan belajar (rombel) dari tujuh program keahlian. Setiap rombel akan diisi 36 siswa.

"Pagunya 648 siswa. Dari 18 rombel, masing-masing rombel berisi 36 siswa. Kami optimistis kuota tersebut terpenuhi karena kepercayaan dan trust masyarakat kepada SMKN 1 Madiun cukup tinggi," pungkasnya. (jum).