JATIMPOS.CO//JEMBER - Merayakan ulang tahun ke 26, Komunitas Pecinta Tembang Kenangan Lanosta, menggelar cara berbeda. Mereka berdendang di kawasan wisata Pantai Watu Ulo, Jember, Senin (7/9/2026).
Acara yang mengusung tema "Tembang Kenangan, Menghidupkan Kembali Masa Lalu" ini dihadiri puluhan anggotanya.
Di sebuah cafe di kawasan pantai ini, mereka bergantian menyanyi. Lagu yang dibawakan cukup familiar di era Tahun 70-an hingga 90-an, diiringi player kenamaan, Agus Burhan.
Ada lagu Jumpa Lagi, ciptaan komponis legendaris A. Riyanto, yang hits Tahun 1980-an dipopulerkan artis cantik Andi Meriem Mattalata. Ada pula yang sing song lagu keroncong, Ingat Masa Depan, ciptaan A. Riyanto juga. Serta tembang kenangan manca negara.
Ketua Komunitas, Sulastri Pudjo Semedhi didampingi Sekretaris Tien Wahyudi mengatakan, pemilihan lokasi di Kawasan Watu Ulo bertujuan agar suasana lebih santai dan menyatu dengan alam.
Harapannya komunitas ini semakin kompak dan nilai-nilai persahabatan tetap terjaga.
Selain hiburan, acara juga ditandai dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama.
Andalan Jember
Pantai ini, merupakan destinasi wisata yang menjadi andalan Kabupaten Jember. Terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, 35 kilometer dari titik nol kabupaten ini yang berjuluk Kota Suwar Suwir.
Air lautnya nampak jernih dengan warna biru toska dan ombaknya besar. Sementara warna pasir di pantai ini hitam.
Watu (batu) Ulo (ular) menjorok dari bibir pantai ke tengah laut sepanjang 110 meter dengan lebar 4 meter. Batu karang tersebut memang menyerupai ular bersisik.
Batu berbentuk ular tadi terlihat hanya badannya saja. Sedangkan kepalanya ada di Kabupaten Banyuwangi, ekornya di Kabupaten Pacitan.
Konon, cerita yang berkembang. Batu karang, merupakan jelmaan dari raksasa naga, bernama Nogorojo. Dalam sebuah pertempuran, nama ini dikalahkan oleh orang yang dianggap sakti, Joko Mursodo/Joko Samudro.
Menurut cerita itu, karena kesaktian Joko Samudro, menyebabkan tubuh Nogorojo terbelah menjadi tiga. Kepala Nogorojo, konon, ditemukan di Banyuwangi, ekornya di Pacitan. Sedangkan badanya di Ambulu, berubah menjadi batu karang, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Watu Ulo.
Kawasan pantai ini, menjadi destinasi wisata andalan Kota Suwar Suwir. Saat weekend atau hari libur nasional, terlebih pada Lebaran, Watu Ulo dikunjungi banyak wisatawan terutama domestik. Saat Lebaran itu, diwarnai dengan pertunjukan musik di panggung terbuka.
Mengunjungi Watu Ulo, kurang lengkap, jika tidak lanjut ke Tanjung Papuma (Pasir Putih Malikan), yang hanya dipisah oleh tebing.
Pantai di Papuma berwarna Putih. Banyak wisatawan mandi air laut di pinggir pantai. Sembari menikmati ikan bakar yang khas di Watu Ulo dan Papuma.
Wana wisata Papuma ini lebih sejuk, karena banyak pohon besar yang umurnya puluhan tahun. Di antara pepohonan tadi terlihat monyet bergelantungan.
Melepaskan lelah di Watu Ulo dan Papuma, cukup membayar tiket terusan Rp 12.500/orang. Sedangkan parkir kendaraan bermotor roda dua Rp 3.000, roda empat Rp 5.000 dan bus/truk Rp 10.000. (tg)