JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun kembali menggelar program Bakti Harmoni Madiun Bersahaja (Bahana Bersahaja) di Desa Dempelan, Kecamatan Madiun, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan publik sekaligus menyalurkan berbagai bantuan sosial secara langsung kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Senam Komando Kampung Pesilat, kemudian dilanjutkan olahraga tradisional gobak sodor yang diikuti Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, serta masyarakat.
Wakil Bupati Madiun dr. Purnomo Hadi mengatakan Bahana Bersahaja merupakan wujud kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan, tetapi juga memperkuat kebersamaan dengan warga.
"Prinsipnya kami bersama Pak Bupati, Pak Sekda, Forkopimda, dan OPD hadir langsung mengunjungi masyarakat di desa-desa," kata Dokter Pur, panggilan akrab Wakil Bupati Madiun.
Ia menjelaskan, kegiatan olahraga dalam Bahana Bersahaja tidak dibatasi pada cabang tertentu. Jika sebelumnya identik dengan pertandingan bola voli, kali ini dipilih gobak sodor sebagai olahraga tradisional yang dinilai memiliki nilai edukatif dan budaya.
Menurut Dokter Pur, gobak sodor layak dikembangkan sebagai olahraga masyarakat. Pemkab Madiun bersama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) berencana memasyarakatkan permainan tersebut hingga ke tingkat pelajar.
"Kami ingin Gobak Sodor semakin dikenal. Bahkan, jika memungkinkan bisa berkembang menjadi olahraga yang dipertandingkan secara lebih luas, termasuk melalui kompetisi tingkat SD dan SMP di Kabupaten Madiun," ujarnya.
Dokter Pur mengaku merasakan langsung manfaat permainan tersebut saat ikut bermain bersama warga. Menurut dia, gobak sodor mengajarkan pentingnya kerja sama tim, strategi, serta kekompakan untuk mencapai tujuan bersama.
"Permainan ini membangun teamwork, sinergi, dan kolaborasi. Semua pemain harus saling mendukung, tidak boleh egois, sehingga tujuan bersama bisa tercapai," katanya.
Ia berharap gobak sodor dapat kembali populer dan menjadi salah satu olahraga tradisional yang dikenal luas, tidak hanya di Kabupaten Madiun, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. (jum).